Megawati Soekarnoputri: Ketua Umum PDI Perjuangan

Siapa orang nomor satu di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang paling disegani kadernya? Dialah Megawati Soekarnoputri. Sosok wanita yang karismatik ini bisa memutuskan kebijakan yang musti dipatuhi seluruh kader Partainya tanpa ada yang ‘melawan’.

1-megawatiedit2

Dr (HC) Hj Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau akrab disapa ‘Mbak Mega’. Wanita kelahiran Yogyakarta, 23 Januari 1947 ini memiliki kharisma yang kuat sebagai ketua umum PDI-P. Putri Presiden pertama RI Bung Karno ini sukses mengantarkan PDI-P menjadi partai politik besar. Lewat kendaraan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini pun Mega berhasil menjadi Presiden RI periode 2001-2004.

Mega yang kini menjadi simbol pemersatu di PDI-P adalah figur yang dicintai dan juga disegani oleh para kader Partainya. Terbukti, Ia dipercaya menjadi ketua umum PDI-P sejak partai tersebut dideklarasikan tahun 1999, hingga kini. Mega tak hanya mewarisi karisma ayahnya, Bung Karno, tetapi juga menjadi simbol perjuangan. Jika Sukarno menjadi simbol perjuangan gigih melawan penjajah sekaligus proklamator Kemerdekaan RI, Mega menjadi simbol perjuangan melawan tindakan represif pemerintahan rezim orde baru.

 

Sebagai ‘pemilik’ PDI-P tentu Mega memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini. Konon, penugasan Jokowi sebagai calon presiden jelang Pilpres 2014, menuai pertentangan yang runcing di internal PDI-P. Namun, Mega mampu meyakinkan dan membuat tenang para kader militan PDI-P yang pada akhirnya membuat seluruh pasukan bergerak tanpa ada yang melenceng tetap mendukung Jokowi. Terbukti bahwa Mega dengan kharismanya yang disegani, mampu membuat kader partainya tidak bisa menentang apa yang sudah diputuskannya.

 

Mega identik dengan Ibu bagi kader PDI-P, hingga terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum tanpa tanding dan tanpa rival di Kongres PDI-P di Bali. Tidak ada seorang pun kader yang berani melawan dan akan membuat kongres tandingan seperti di Golkar dan PPP yang harus berkonflik dan mencari celah untuk saling menyerang. PDI-P sejak dipimpin Mega, praktis tak pernah ada riak-riak yang membuat PDI-P bubar. Pengaruh Mega sebagai king maker di PDI-P membuat Partai ini makin bersinar.

 

Mega mampu merangkul perbedaan dan bisa menyatukan partai yang sedemikian plural. Kadernya berasal dari berbagai suku dan agama yang berbeda-beda, lengkap dari Sabang sampai Merauke. Pastilah seorang Mega mempunyai toleransi yang sangat besar. Apalagi jika melihat beberapa kadernya juga mempunyai polah tingkah yang bermacam-macam, bisa dibilang kadernya malah aneh-aneh.

 

Mega memang dikenal keras kepala jika sudah menyangkut hal yang prinsip dan tidak sesuai dengan idiologi yang diyakininya. Bahkan, kebekuan sikapnya terhadap SBY tidak pernah cair hingga kini. Maklum, Mega adalah sosok yang lugu dan tampil apa adanya, tidak dibuat-buat dengan gaya pencitraan ala politisi pragmatis, atau di wibawa-wibawakan. Semuanya mengalir apa adanya. Tidak seperti mereka yang selalu tampil dengan segala keanggunan politik dan pencitraan di depan rakyatnya. Arief Sofiyanto | Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here