Part 3 Spesial Hari Kartini | Menteri Yohana Yembise

 

Sebagai salah satu perwakilan kaum Hawa di jajaran Menteri Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla, kami ingin menggali pandangan ibu sebagai Kartini Modern dalam memandang kesempatan berkarya di berbagai sektor saat ini.

Di era modern saat ini sesungguhnya tidak sedikit kaum perempuan yang visioner, cerdas, tegas, bahkan telah memiliki peran penting menduduki posisi strategis dan kesempatan berkarya di berbagai sektor, baik swasta maupun pemerintahan. Kita patut berbangga kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, setidaknya ada sembilan (9) orang perempuan yang memiliki kesempatan menduduki jabatan sebagai Menteri dalam Kabinet Kerja.

Dengan adanya partisipasi perempuan sebagaimana saya sebagai Menteri PPPA menunjukan bahwa pemerintah saat ini sangat menjunjung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Faktanya, jika perempuan diberdayakan di segala bidang pembangunan, mereka mampu melaksanakan dengan baik dan mereka juga mempunyai hak yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Bagaimana pula pandangan ibu terkait perkembangan keterbukaan Indonesia terhadap emansipasi wanita?

Pada dasarnya emansipasi adalah persamaan hak di berbagai aspek kehidupan. Persamaan berarti memberi hak yang setara, tanpa ada diskriminasi. Dalam konteks emansipasi perempuan, berarti perempuan harus diberikan peluang yang sama dengan kaum laki-laki dalam segala bidang kehidupan, baik pendidikan, kesehatan politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.

Oleh karena itu, tujuan gerakan emansipasi perempuan adalah mewujudkan kesetaraan akses bagi perempuan untuk turut berpartisipasi dalam segala aspek kehidupan secara adil.

Tingkat keberhasilan perjuangan emansipasi perempuan, harus dilihat dari tingkat keterbukaan ruang publik untuk keterlibatan kaum perempuan. Emansipasi sudah dianggap tercapai bila dalam segala aspek kehidupan, perempuan tidak lagi ditempatkan sebagai pihak yang dinomorduakan.

Perempuan diberikan kebebasan untuk berpartisipasi dalam ruang publik, tanpa adanya diskriminasi. Bila melihat di kota besar memang emansipasi yang diperjuangkan Kartini sudah terlihat karena perempuan di perkotaan mempunyai hak yang sama dalam berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan, namun bila melihat di pedesaan belum semua perempuan mendapatkan hak yang sama seperti yang diperjuangkan Kartini.

Apa saja tantangan kartini modern dalam berkarya sekaligus menjalankan kodratnya sebagai ibu dan istri ataupun rekan kerja maupun pimpinan di mata kaum adam?

Meski telah banyak kaum perempuan yang mampu berkarya dalam ruang publik, namun masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi perempuan. Ketika Kartini dahulu bergerilya memperjuangkan hak-hak perempuan agar mendapatkan pendidikan layak dan tidak menjadi pihak yang dinomorduakan, Kartini modern kini justru menghadapi tantangan berbeda.

Salah satunya yaitu harus menghadapi stigma negatif masyarakat. Ketika perempuan diberikan hak setara dengan laki-laki, diberikan akses pendidikan dan kesempatan berkarya di ruang publik, menjalani kehidupan sebagai perempuan berkarier sekaligus ibu rumah tangga, perempuan kerap dianggap tidak mampu. Kebanyakan masyarakat berpikir, menjadi perempuan berkarier yang sukses atau ibu rumah tangga yang bahagia adalah sebuah pilihan.

Jika berada dalam posisi tersebut, sewajarnya ada yang harus dikorbankan. Padahal, masih banyak perempuan yang memiliki karier baik, namun berhasil pula menangani tugas rumah tangganya selama mampu mengelola waktu.

Seperti apa pandangan Ibu terkait diskriminasi gender yang masih ada di pelosok Nusantara ini? Dan, langkah-langkah penanganannya?

Walaupun perempuan diberikan hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, namun diskriminasi gender masih ditemukan di Indonesia, seperti di bidang ketenagakerjaan, perempuan yang bekerja selalu dianggap lajang dengan gaji yang lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki karena pemotongan gajinya lebih besar (karena lajang) dibandingkan dengan laki-laki.

Kemen PPPA sedang memperjuangkan RUU Kesetaraan Gender untuk memperjuangkan hak yang sama antara laki-laki dan perempuan di dalam berbagai bidang pembangunan, seperti di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, serta pemberian kemudahan dan perlakuan khusus bagi perempuan untuk mencapai kesamaan dengan laki-laki dan bila terjadi diskriminasi (pembatasan, pengucilan) akan diberi sanksi. Foto: Sutanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here