Lie Ruce Yanti | Lebih Memilih Jualan Kue Sehat

Merintis bisnis tak selalu bertujuan demi meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Lie Ruce Yanti salah satu sosok entrepreneur yang lebih mempertimbangkan penyebaran edukasi kesehatan dalam bisnis rintisannya. Dia memiliki misi mulia sebagai ibu dari tiga putri, yaitu pola hidup sehat.

Label Valitas berawal dari kesenangannya memanggang aneka kue dan camilan istimewa
untuk putri bungsunya, Calista yang ternyata gluten intolerance. Dari kegemaran tersebut, dia membuktikan bahwa kue dan camilan sehat bisa bercita rasa lezat dan berpenampilan menarik.

Saat pertama kali berjumpa, dia sangat terbuka menjelaskan detail produknya kepada setiap pelanggan yang singgah ke booth Valitas. Dengan senang hati, dia melayani berbagai pertanyaan dan tidak terbesit pemikiran tentang ide atau resepnya akan ditiru. Ketika kami menghampiri, pelayanan sama baiknya dan langsung merespon positif tentang permintaan kunjungan langsung ke tempat pembuatan aneka kue sehat. Bertempat di
bilangan Kayu Putih, kami melihat proses pembuatan, menikmati, dan membawa pulang aneka kue sehat.

 

Seperti apa Respon yang diterima?
Untuk saat ini, kami masih memanfaatkan media sosial Instagram untuk memasarkan produk. Puji Tuhan, antusiasme masyarakat terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Kami memberlakukan pre order, barulah di hari Selasa dan Jumat pesanan kue dipanggang.

Pengalaman berharga saat merintis bisnis?
Saya sendiri yang menentukan komposisi tepung gluten free. Proses menemukan campuran yang tepat cukup menantang. Selain menggunakan tepung gluten free, saya juga berkomitmen menggunakan semua bahan alami dan premium. Tujuannya untuk
memberikan panganan sehat yang terjamin dari segi rasa dan nutrisi.

Saya mengibaratkan produk Valitas ini seperti untuk makanan yang disantap keluarga saya. Oleh karena itu, saya memberikan semua yang terbaik.  Pengalaman membuat roti dari tepung gluten free juga penuh memori. Cukup banyak melakukan percobaan untuk mendapatkan tekstur roti yang biasa disantap.

Ada satu lagi pengalaman menarik, ketika saya menemukan gula aren yang benar-benar alami di Bali, setelah melalui aneka percobaan gula aren berlabel natural, namun tidak murni.

Bagaimana pengawasan kualitas produk dan pembuatan kue?
Mengingat bisnis ini masih berskala kecil, kamilah yang menjadi petugas quality control. Kebetulan keluarga sudah menerapkan pola gluten free sejak tujuh tahun silam. Jadi, setiap menciptakan resep baru, merekalah para kritisi sejati saya. Terkadang saya melibatkan sanak keluarga juga menjadi tim icip-icip. Untuk kreasi rasa, saya juga terinspirasi dari permintaan anak-anak atau berinovasi sendiri.

Obsesi lima tahun ke depan?
Membuka kafe gluten free. Ini salah satu langkah ekspansi bersahabat guna merangkul para generasi penerus yang senang mencoba hal-hal baru lewat tempat berkumpul. Juga memperkuat basecamp edukasi mengenai gluten free kepada para ibu yang senang bercengkerama di sela-sela rutinitas. Foto: Sutanto

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari 2018

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here