Erning Wihardjo | UKRIDA Cemerlang Meretas Jurusan

    Mengawali karir dengan menempuh pendidikan S3 di beberapa negara, kini dia cemerlang berkarier di dunia akademisi.

    Menduduki jabatan sebagai rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Dr. (Eng) Drs. Erning Wihardjo, M.Eng., M.Eng.Sc berhasil membuka dua jurusan baru di Ukrida yang benar-benar dibutuhkan dan berguna untuk menunjang dunia kesehatan.

    Yaitu Optometri dan Clinical Enginering yang akan diresmikan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

    Sang rektor telah  merintis jurusan Optometri sejak tujuh tahun silam. Jurusan tersebut merupakan salah satu cabang ilmu kesehatan yang menangani pasien dengan kelainan bawaan pada mata sejak lahir.

    Hanya saja belum ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia yang membuka jurusan tersebut untuk jenjang sarjana. Padahal ahli optometri sebenarnya sangat dibutuhkan, karena keahliannya berbeda dengan dokter mata.

    Lamanya proses perintisan disebabkan oleh belum tersedianya nomenklatur untuk jurusan ini. Jurusan kedua yang akan dibuka adalah Clinical Enginering.

    Tidak kalah penting dengan jurusan sebelumnya, Clinical Enginering untuk para calon mahasiswa yang akan menjadi ahli dalam mengoperasikan dan menjaga fungsi berbagai perlengkapan kedokteran.

    Menempuh jenjang pendidikan di Tokyo Institute of Technology Jepang, Erning juga tengah berupaya mendorong para tenaga pengajar di Ukrida menempuh pendidikan S3.

    Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan materi yang akan disampaikan kepada para mahasiswa. Dia pun tengah gencar mendorong para dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian di berbagai aspek.

    Selain sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat dosen, melakukan penelitian juga merupakan salah satu motonya.  Yakni, saat seseorang tidak melakukan penelitian dan mempublikasikan hasilnya, maka orang tersebut akan musnah.

    Selain itu, dia juga tengah melakukan perubahan infrastruktur di lembaga yang dipimpinnya hingga tahun 2020 nanti. Sebut saja, taman yang berada di bagian depan dan kolam kecil.

    Dia juga mengganti semua pajangan yang berupa tanaman plasik dengan tanaman hidup. Konsepnya adalah menghijaukan lingkungan kampus Ukrida.

    Menyediakan tempat berkumpul untuk para mahasiswa yang disebut junction akan ditempatkan sejumlah kafe sebagai laboratorium mahasiswa fakultas ekonomi.

    Disediakan pula beberapa tempat usaha yang mewadahi produk-produk inovasi sebagai program dan mata kuliah enterpreneurship kepada para mahasiswa, khususnya  fakultas ekonomi.

    Tidak hanya memajukan Ukrida lewat penelitian dan penghijauan infrastruktur, Erning juga menerapkan beberapa pembaruan agar lulusan Ukrida memiliki identitas dan pribadi luhur.

    “Jadi, kami membuat direktorat baru, yaitu pengembangan karakter. Lulusan Ukrida di masa mendatang adalah generasi bermental dan berkepribadian baik. Dikarenakan nilai kejujuran dan kemandirian ini cukup penting. Kami akan mendorong mereka ke arah positif tersebut,” ujarnya.

    Berbagai obsesi untuk memajukan Ukrida terus bergulir.  Salah satunya memperkenalkan Ukrida di kancah internasional, melalui jalinan kerja sama dengan universitas di Taiwan, Jepang, dan Malaysia.

    Di samping itu, dia juga pernah memboyong pakar penelitian dari Jepang dan Amerika untuk memberikan kuliah umum dan bimbingan seputar proses penelitian.

    Perguruan tinggi yang memiliki keunggulan dalam fakultas kedokterannya, juga sedang mempersiapkan pembangunan rumah sakit yang lebih besar dari sebelumnya. Rumah sakit yang berlokasi di Sentul ini akan dibangun dengan memiliki 8 lantai, 250 kasur, dan 50 poliklinik di dalamnya.

    Fakultas Kedokteran Ukrida merupakan salah satu fakultas yang menerima mahasiswa asing paling banyak. Sedikitnya 50 mahasiswa asing, yang sebagian besar warga negara Malaysia. Selain kedokteran, fakultas lain yang diunggulkan adalah fakultas psikologi serta fakultas ekonomi dan manajemen dengan akreditasi A.

    Sadar akan kesibukannya yang padat, pria yang memegang budaya malu khas Jepang ini selalu menyempatkan diri untuk berolahraga setiap pagi.

    Dia juga selalu berusaha menyempatkan diri untuk berlibur bersama keluarga. Hal lain yang tidak kalah menarik dari diri Erning adalah filosofi hidupnya untuk bekerja sebaik mungkin.

    Baginya, bekerja bukanlah hal yang dilakukan untuk manusia, melainkan untuk Tuhan. Maka dari itu, Dia selalu memandang pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab di depan Tuhan.

     

    Naskah: Indah Kurniasih/Foto: Edwin Budiarso

    Women’s Obsession Edisi Mei

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here