Inspiring Mother | Mona Surya: Membagi Perhatian

Sebagai penerus usaha keluarga Presiden Direktur PT Perkebunan Minanga Ogan, Mona Surya mau tidak mau harus terlibat dalam bisnis yang sudah dirintis oleh keluarga besarnya. Termasuk memberikan perhatian dan membekali diri sebaik-baiknya dalam bekerja.

Itulah sebabnya, perempuan yang biasa disapa Mona ini berusaha banyak belajar dari para profesional perkebunan yang telah lebih dahulu berkecimpung di industri kelapa sawit. Dia juga melakukan benchmark ke berbagai perusahaan perkebunan besar dan aktif sebagai wakil ketua umum di organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) hingga sekarang ini. 

“Saya sebagai perempuan ingin menunjukkan kepada keluarga dan kaum Hawa, meskipun bekerja di bisnis yang dipenuhi tenaga kerja lelaki, saya bisa menanganinya dengan baik. Sebenarnya saya menikmati profesi dulu sebagai bankir di Citibank. Saat karier tengah menanjak, ayah meminta saya untuk dapat bergabung di perusahaan keluarga ini. Karena didesak terus, saya akhirnya mengikuti keinginan ayah,” ungkapnya kepada Women’s Obsession.

Keaktifannya di perusahaan dan GAPKI membuat pekerjaan Mona begitu padat dan menyita waktu. Di samping sebagai profesional di perusahaan maupun aktif di organisasi, dia juga adalah seorang ibu dengan dua putra dan dua putri yang telah menginjak dewasa dan remaja.

“Sebagai Ibu yang bertanggung jawab, meskipun sibuk saya harus memberikan perhatian ke keluarga. Pendidikan semua anak-anak saya tetap saya kontrol dan pantau. Dibantu suami yang sebenarnya juga sibuk bekerja sebagai profesional di industri perbankan.

Di samping itu, saya juga adalah anak perempuan tertua dari ayah dan ibu saya yang telah berusia lanjut. Saya mesti memperhatikan mereka di usia senja sekarang ini,” ujarnya dengan serius.

Naluri keibuannya selalu mengingatkan, bisnis atau pekerjaan memang penting, namun keluarga akan jauh lebih utama dari segalanya. Dia melanjutkan, “Saya bukanlah seorang ibu dan istri yang ideal bagi putra-putri maupun suami saya. Namun, komunikasi yang intens dan terbuka bersama mereka selalu saya lakukan setiap hari. Agar kebersamaan kami menjadi hal yang bernilai, di balik sempitnya waktu yang tersedia.”

Mona merasa berbahagia satu putra dan satu putrinya sudah duduk di bangku kuliah, sehingga kematangan pribadi mereka akan jauh lebih dapat memahami keterbatasan waktu saling bertemu.

Weekend menjadi momen istimewa bagi dia sekeluarga. Mereka mengisi kebersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang saling mengakrabkan sesama anggota keluarga.

“Kami biasanya jalan-jalan, olahraga bersama, mengantar anak les, kegiatan ekstrakurikuler anak-anak, dan liburan keluarga di saat libur sekolah. Saya dan suami benar-benar mengkondisikan agar bisa menjadi teman bagi anak-anak kami dalam aktivitas tersebut, agar komunikasi berjalan lebih cair dan akrab,” tambahnya seraya tersenyum bahagia. Elly Simanjuntak / Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2015

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here