Marien Nitasya | Konsisten Sebagai Kunci Hidup

Di suatu pagi yang cerah, Marien Nitasya tiba dan menyapa tim Women’s Obsession dengan ramah. Meskipun, tampak sedikit lelah karena baru saja menempuh penerbangan dari Riau, senyuman manis tetap terpancar dari wajahnya.

Dia segera sigap mengawali sesi pemotretan dengan kami di Synthesis Square, Jakarta. Di tengah perbincangan, pandangannya sempat tertuju pada meja di depannya sambil menyentuh dan menerka bahan yang digunakan.

Sosok wanita kalem ini pun bercerita kesenangannya mengoleksi perabot dan pernak-pernik antik baik dari dalam maupun luar negeri, seperti chandelier, guci, karpet, maupun furniture dan menempatkannya di area hunian sesuai keinginan.

Jika di rumah, dia senantiasa menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan untuk membuat hunian lebih nyaman. Marien memang memiliki kecintaan terhadap desain interior rumah. “Pada mulanya karena saya hobi mengoleksi pernak-pernik dekorasi rumah. Saya selalu ingin menemukan suasana baru,” ujarnya.

Kebanyakan orang tentu saja dapat menyerahkan perancangan interior rumah kepada ahlinya, tetapi beberapa lebih suka melakukannya sendiri, sebab akan lebih membawa kepuasan. Marien merasa dirinya memiliki kepekaan menata ruang dan menentukan item kesenangan.

Selain itu, beberapa aspek desain interior sangat layak sebagai investasi. “Menata ruang dalam rumah bukanlah pekerjaan mudah, meskipun tidak terlalu sulit juga. Tujuan penataan itu, selain agar berfungsi lebih baik, juga agar ruang lebih indah dan menarik. Oleh karena itu, dekorasi ruang juga menuntut kepekaan seni,” tuturnya.

Menjalani Bisnis

Kegemarannya pada pernak pernik interior dan wallpaper mengantarkannya membuka bisnis tersebut sejak 10 tahun lalu. “Saat ini saya mengurus sendiri Mahkota Home and Lighting di Pekanbaru. Beberapa kendala tentu saya hadapi, misalnya apa yang saya pilih belum tentu orang lain suka. Saya harus pintar-pintar membaca pasar. Jadi, saya menyediakan semua barang dari beragam jenis.

Di sini, warna emas dan merah sangat diminati. Walaupun mungkin di Jakarta warna putih yang menjadi tren, saya harus tetap menyesuaikan pasar lokal. Saya memiliki beberapa outlet di Riau. Selain itu, ada juga di Sumatera Barat dan beberapa lokasi lainnya. Kami sering mengikuti pameran, rencana ke depan akan berekspansi ke luar negeri,” papar ibu dua anak ini.

Untuk urusan selera desain, Marien mengaku menyenangi gaya American Classic. Sebab, menurutnya style ini menghidangkan keindahan tak lekang waktu dengan tetap mengedepankan unsur fungsional yang bertumpu pada standar perancangan.

Mengakomodasi kebutuhan masyarakat modern terkait kepraktisan perawatan dan usia pemakaian furniture maupun interior sebagai eksponen pelengkap hidup. Hal yang menarik dari desain hunian bergaya klasik adalah tampilan nan anggun dan timeless. Warna yang digunakan dalam desain interior palet warna lembut seperti pastel dengan warna-warna menonjol di beberapa perabot besar seperti sofa.

“Saat ini untuk desain dan pernak pernik, yang diutamakan adalah wallpaper, karena pemikiran saya dalam satu ruang ada empat dinding, sementara untuk lampu hanya ada satu titik utama. Jadi, peluangnya menurut saya lebih banyak,” jelasnya.

Dia juga berbagi tips berkenaan dengan perlunya kecermatan dan ketelitian dalam memilih motif wallpaper yang hendak dipasangkan. Misalnya, kita harus menyesuaikan bentuk ruangan dengan tema rumah. Hal ini penting mengingat kesinambungan antara wallpaper dinding dan keindahan rumah haruslah sesuai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here