dr. DEBY VINSKI | The Queen of Anti-Aging

dr Debby Vinski

Berkat kegigihannya, tak heran jika perkembangan ilmu kedokteran anti-aging di Indonesia, kini bisa dikatakan sejajar dengan negara-negara maju. Dia juga membawa harum nama Indonesia sebagai dokter preventive & anti-aging medicine dengan prestasi mendunia.

 

dr. Deby Vinski telah menyelesaikan pendidikan anti-aging medicine specialization di Paris dan Dresden International University, Jerman, dengan predikat cum laude. Dokter Deby juga merupakan pakar hormon lulusan Brussel, Belgia. Dia aktif menjadi pembicara, sekaligus pengajar ilmu anti-aging di berbagai belahan dunia.

Tak heran bila sejak tahun 2013 dia didapuk menjabat President World Council of Preventive & Anti-Aging Medicine (WOCPM) yang berpusat di Paris, dengan 3 wakil presiden masing-masing dari Jerman, Inggris, dan Australia.

Tentu saja ini menjadi satu prestasi yang membanggakan dari sekian banyak perempuan cemerlang di Tanah Air. Sebagai pemimpin di WOCPM, dr. Deby memiliki tugas untuk mengawasi sistem pengobatan yang dilakukan klinik anti-aging di 74 negara seperti Swiss, Belanda, Amerika, Inggris, Jerman, USA, dan tentu saja Indonesia.

Dia melihat sampai sekarang banyak klinik kecantikan yang mencap sebagai klinik anti-aging. Padahal, untuk mendapat nama tersebut sebetulnya tidak bisa sembarangan.

Untuk mensosialisasikan ilmu anti-aging di Tanah Air, dr. Deby mendirikan Indonesian Institute of Aesthetics and Anti Aging Medicine (IIAAAM). Tak hanya itu, bersama timnya, dipimpin Ivek Vinski dan Thierry Hertoghe, dia bahkan telah berhasil menciptakan dan mengembangkan suatu teknologi terkini yang berhubungan dengan ilmu anti-aging, yakni Computer Anti Aging Touch Screen (CAATS).

Sebuah perangkat lunak yang dipasang ke dalam komputer berteknologi layar sentuh. Perangkat tersebut memiliki ribuan kuesioner yang menanyakan berbagai masalah kesehatan dan hormonal untuk diisi lengkap oleh pasien dengan jawaban pilihan ganda berskala hitung.

Hasil diagnosa bisa dikonsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Adanya CAATS ini sangat membantu dokter untuk mengawasi perkembangan selanjutnya kondisi pasien. Komputer CAATS sekarang tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dipakai oleh para pakar anti-aging di seluruh dunia.

“Saya sangat bangga, sekaligus terharu melihat para ahli dari negara lain sangat antusias atas kehadiran CAATS. Sekarang CAATS sudah tersebar di beberapa negara di Asia, hingga Amerika dan Eropa. Dan ini asli buatan Indonesia,” ungkapnya dengan nada bahagia.

Dokter Deby sebagai warga Indonesia bertekad terus mengharumkan nama bangsa di mata internasional. Dia berhasil menyelenggarakan kongres anti-aging internasional di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut sejak 2010.

Berkat kegigihannya, tak heran jika perkembangan ilmu kedokteran anti-aging  kini bisa dikatakan sejajar dengan negara-negara maju. Indonesia pun semakin dikenal luas dalam ilmu preventive & anti-aging medicine yang memang tak kalah dengan luar negeri.

IMG_1363

TANTANGAN MENYEMBUHKAN AYAH
Apa yang membuat dr. Deby tertarik mendalami ilmu anti-aging? Ternyata ada kisah yang menarik. Jika banyak dokter lain memperdalam ilmu semata untuk bisnis, berbeda dengannya. Dia bercerita, semuanya berawal dari pengalaman pahit masa lalu, yang kemudian mencambuknya untuk belajar ilmu kedokteran tersebut.

dr. Deby merasa sedih dan sangat terpukul, ketika sang nenek tercinta tidak tertolong dari penyakit stroke yang dideritanya kala itu. Kesedihannya semakin bertambah saat ayahnya juga terkena serangan stroke.

Sebagai seorang dokter, dia terus mencari tahu cara bagaimana, agar bisa mengembalikan kondisi ayahnya usai serangan tersebut. Dari berbagai hal yang ingin dilakukan untuk memulihkan kesehatan ayahnya, dia kemudian menemukan dan memperdalam ilmu kedokteran anti-aging, lalu diterapkannya kepada ayah tercinta.

Hasilnya, luar biasa! Dokter Deby merasa begitu gembira, karena sang ayah dapat beraktivitas kembali, bahkan lebih sehat dari sebelumnya. “Ternyata ilmu kedokteran konvensional tidak cukup menyembuhkan kondisi ayah saya saat itu. Tetapi, justru kombinasi ilmu kedokteran anti-aging yang justru menolongnya,” ujarnya ketika ditemui tim Women’s Obsession di klinik Casa Deby Vinski, Pondok Indah.

Setelah itu, istri dari Ivek Vinski ini, seketika jatuh cinta pada ilmu anti-aging. Tak heran, jika kemudian apa yang dilakukannya dengan semangat membara menjadi begitu total dalam mendalami ilmu tersebut.

“Saya bergairah dalam dunia anti-aging, karena mempunyai alasan kuat membantu kesembuhan ayah saya. Setiap pulang ke rumah saat melihatnya di kursi roda, saya selalu berpikir mencari cara bagaimana agar dia dapat cepat sembuh, bisa berjalan lagi, dan sehat kembali,” ujarnya sembari menerawang masa lalu.

Kini ayahnya kembali lagi seperti seorang pemuda, dan mulai sibuk membantu mengurus bisnis dr. Deby, misalnya usaha pertambangan berlian Kalimantan atau urusan kantor di Paris. Dia merasakan alangkah bahagia melihat orang tuanya kembali aktif sehat. Suci Yulianita | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here