Winda Ariyani Susilo Owner/CEO Clavis Indonesia | Literasi Anak & Konten Bacaan

Dia menemukan pun sebuah peluang baru, yaitu mengembangkan sayap bisnis dengan merambah sektor baru, yakni penerbitan dengan membawa Clavis Publishing ke Indonesia di bawah bendera PT Clavis Global Indonesia.

Semua berawal dari pertemuannya dengan tim Clavis Publishing di Belgia. Dia tertarik untuk membawa Clavis Books ke Indonesia didorong tujuan mulia, yakni ingin meningkatkan literasi membaca di Indonesia, terutama pada anak-anak. Winda merasa
miris dan sedih melihat budaya membaca kini telah tergerus dengan kecanggihan dunia IT.

Selain itu, menurutnya, buku cerita anak-anak yang ada di Tanah Air, beberapa di antaranya masih ada yang tidak sesuai dengan usia mereka. Itulah salah satu alasan mengapa dirinya bertekad besar membawa Clavis Books ke sini.

“Ketika saya berjalan-jalan ke sejumlah toko buku, beberapa isi buku cerita anak-anak
ternyata tidak sesuai dengan usia mereka. Dari situ kita harus lebih waspada dan selektif dalam memilih apa yang sebaiknya dibaca. Ini salah satu impian saya, agar anak-anak Indonesia lebih berminat membaca. Tugas kitalah sebagai publisher harus
memberikan buku-buku bermutu yang menarik untuk dibaca anak-anak,” ungkap perempuan kelahiran Bandung, 19 Juni 1978 ini serius.

Namun, bukan hal yang mudah membawa sebuah perusahaan penerbitan buku anak-anak di tengah budaya membaca yang rendah. Tapi, justru itulah yang menjadi tantangan dan tugasnya. Dengan buku-buku bermutu terbitan Clavis Publishing, dia yakin dan optimis akan mampu membuat budaya membaca anak-anak Indonesia kembali hidup.

Bahkan bukan sekadar membaca, menurutnya buku-buku terbitan Clavis Publishing ini juga mengajak anak-anak bermain dan terhibur. “Bagaimana kita mencari solusi untuk mengubah kebiasaan yang sedikit membosankan. Anak-anak senang dihibur dan
bermain, pendekatan itulah yang dibangun. Nanti pada akhirnya kegiatan membaca buku juga akan jadi aktivitas menyenangkan,” pungkasnya.

Winda pun menceritakan bahwa dia telah merancang sebuah concept store, tempat yang bisa dikatakan one stop shopping bagi anak-anak. Di sini, mereka tak hanya bisa membaca buku cerita anak-anak yang telah disiapkan. Namun lebih dari itu, mereka bisa bermain, belajar bahasa Inggris, dan kegiatan interaktif bersama orang tua saat weekend. Suci Yulianita | Sutanto

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Mei 2018

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here