Srikandi BUMN | R. Sophia Alizsa Direktur Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)

R. Sophia Alizsa

Tangguh di Segala Situasi

Dari garis wajah tegas direktur perempuan satu-satunya di Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) tersirat bukan sosok yang mudah didekati. Namun impresi tersebut segera luntur, dengan keterbukaan perempuan kelahiran Pamekasan Madura ini dalam mengisahkan baktinya di lembaga penjamin kredit satu-satunya milik BUMN.

Selama satu tahun menjabat sebagai anggota direksi Perum Jamkrindo, perempuan yang mengidolakan Sri Mulyani ini menuturkan bahwa gaung tentang keberadaan atau eksistensi lembaga Penjaminan atau Industri Penjaminan di Indonesia harus ditingkatkan, sehingga perannya dalam pengembangan UMKMK benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Latar belakang karier cemerlang di dunia perbankan milik pemerintah mendorongnya untuk menciptakan ide-ide segar bersama tim. Salah satunya adalah digitalisasi.

Seperti halnya Industri Jasa Keuangan lainnya, maka untuk mempermudah layanan ke masyarakat, Perum Jamkrindo juga sudah memiliki mobil layanan (moving outlet) dan tahun ini sudah disiapkan di beberapa kantor cabang sebagai salah satu langkah ‘menjemput bola’.

img-20161118-wa0010

Kesigapannya beradaptasi dalam segala situasi baik di industri yang fasih dikuasai maupun yang baru dijajaki menjadi aset keberhasilan dalam mencetak kisah manis di setiap karier. Keberadaan tim yang solid diakuinya sebagai ruh dalam setiap raihan prestasi.

“Kita berpikirnya ke depan sehingga tidak tergilas zaman. Sekarang sudah era milenial yang dikelilingi hal-hal serba digital. Penyesuaian dari segi IT system juga patut dilakukan, agar beriringan dengan perkembangan zaman. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita ada kemauan dan kerja keras,” jelas lulusan Universitas Jember Fakultas Ekonomi Jurusan Management dan MMA IPB.

Sophia pun menambahkan, “Saat ini saya memprioritaskan untuk membangun aplikasi dan layanan bidang IT berbasis digital, sedangkan penambahan outlet (kantor cabang) kami lakukan secara selektif. Di beberapa kota yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dan secara bisnis, fleksibel di dalam era digital ini semua perusahaan termasuk Jamkrindo harus menyesuaikan diri kalau ingin tetap survive.

Selain membangun sistem IT berbasis digital di berbagai lini, dia pun mempunyai obsesi atau mimpi Perum Jamkrindo bisa ‘unjuk gigi’ baik di kancah regional maupun internasional. “Kita harus menetapkan target yang tinggi. Karena kondisi tersebut yang terus mendorong kita untuk tidak mudah menyerah dan cepat berpuas diri. Dan terbukti, kita bisa mencapai bahkan melampaui target jika kita mau dan melakukannya dengan sungguh-sungguh,” ungkap perempuan yang berobsesi memiliki yayasan sosial sendiri untuk membantu sesama yang kesulitan, terutama setelah pensiun. Silvy Riana Putri | Sutanto

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession Edisi November 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here