RANI ANGGRAINI SAFITRI | Citra ‘Kartini’ Masa Kini

“Di negara ini, perempuan sudah lebih dihargai. Dulu menteri perempuan hanya empat  orang, kini sudah delapan. Jadi ada  30% suara perempuan di pemerintahan.”

 

Sosok Rani Anggraini Safitri mungkin banyak yang belum mengenalnya. Namun, bagi yang telah akrab dengan perempuan kelahiran Jakarta, 23 Agustus  1980 ini, ternyata dia memiliki kepedulian tinggi untuk membantu sesama. Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, entrepreneur, Rani demikian sapa akrabnya menunjukkan perhatian mendalam bagi kemajuan perempuan Indonesia.

Paling tidak, hal ini terlihat ketika dia bersama Hanah Hasanah Fadel Muhammad   dan Ingrid Kansil,  mencetuskan suatu komunitas bernama Sahabat Kartini pada awal tahun ini.

“Sekarang ini perempuan itu  bebas memperjuangkan hak setinggi-tingginya untuk pendidikan. Banyak perempuan sudah mandiri dan memiliki pendidikan tinggi hingga menjadi profesor. Karena itu, saya melihat perempuan banyak berkreasi dengan berbagai karya,” katanya kepada Women’s Obsession.

“Kami menghargai karya para perempuan ini dengan mengadakan Penganugerahan Penghargaan Sahabat Kartini bulan April lalu. Kami memberikan penghargaan Kartini kepada 13 perempuan di antaranya kepada Shinta Nuriah, Moeryati Soedibyo, Titiek Puspa, Mien R. Uno dan lainnya.

Saat bersamaan, artis senior seperti Aminah Cendrakasih dan Laila Sari mendapatkan lifetime achievement.  Di negara ini, saya melihat  perempuan sudah lebih dihargai. Saya juga melihat di kabinet sebelumnya, menteri perempuan hanya empat orang, kini delapan  orang. Berarti sudah 30% suaranya di pemerintahan,” katanya.

Program terbaru dari Sahabat Kartini adalah mengunjungi warga binaan di Rutan Pondok Bambu usai Idul Fitri  kemarin dengan menggelar halalbihalal. “Awalnya saya membayangkan kondisi di penjara itu menyeramkan.

Namun, seketika pendapat itu berubah ketika sampai di sana.  Kami enjoy. Malah tidak terasa kami menghabiskan waktu hingga sore. Ada semacam rasa kekeluargaan yang terbentuk di antara warga binaan di sana yang sangat erat.

Sahabat Kartini berencana untuk membuka kelas cooking, kecantikan, dan salon. Kami akan membagi-bagikan alat-alat salon, alat-alat untuk membuat kue. Kami juga membeli hasil karya dari warga binaan, seperti pernak-pernik yang terbuat dari manik-manik, tempat tisu, dan donat buatan mereka.

Hasil karya mereka bagus dan donat juga enak. Kami ingin ketika mereka keluar mereka bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri,” kata pengusaha wanita yang bergerak di bidang IT dan properti ini.

6O7A2333

 

MENGINSPIRASI PEREMPUAN

Terjunnya Rani dalam bidang sosial bukanlah hal baru. Dia menyadari banyak orang kerap menyudutkan dirinya ketika memperjuangkan masalah-masalah perempuan yang sekarang ini digelutinya.

“Saya dibilang  tidak tahu apa-apa tentang berbagai problem itu. Padahal, saya sebetulnya juga berasal dari keluarga sederhana. Saya adalah contoh ‘produk’ dari seorang perempuan yang dibesarkan di rusun. Karena itu, saya cukup memahami berbagai hal tentang kehidupan.

Namun, saya berusaha dan bekerja keras, sehingga pada usia 20 tahun saya sudah bisa membeli rumah sendiri. Semangat inilah yang juga ingin bagi untuk menginspirasi pada banyak perempuan Indonesia. Kalau kita ingin berusaha dan berubah, semuanya bisa dimulai dari kita,” papar istri Tonny ini.

Tidak heran pula, Rani juga menaruh perhatian besar bagi  masyarakat yang tinggal di Rusunawa, Cakung, Jakarta Timur.  Belum lama ini  lewat Sahabat Kartini, dia menggelar paket sembako murah dari harga Rp 50.000 dijual hanya seharga Rp 20.000.

“Kami senang bisa membantu. Dalam waktu singkat kami  menjual 1300 paket sembako. Kami tidak ingin memberi cuma-cuma, agar mereka tidak terbiasa menerima,” kata ibu dua anak ini.

Melihat banyaknya peran yang dijalani dalam hidupnya itu, Rani menyatakan, “Sebagai perempuan, menjadi ibu adalah suatu kewajiban. Bisa berbagi untuk orang lain dan membuat banyak orang terlepas dari masalah atau kesulitan akan membuat kita berbahagia.

Tidak ada kata waktu terlambat untuk berbuat kebaikan. Rencananya, saya akan membuat buku yang berisikan 13 orang yang dianugerahi penghargaan oleh Sahabat Kartini.”

 

Naskah: Aryani Indrastati 

Foto: Fikar Azmy

Tata Rias Wajah: Ahmad Lala

Busana: Koleksi Pribadi

Lokasi : Ritz Carlton Pacific Place

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here