Reny Feby | Pengabdian di Dunia Perhiasan

 

Apa bedanya, istri-istri pejabat Indonesia dengan ibu pejabat mancanegara, bila semua aksesori dan kostumnya buatan brand luar negeri.

 

Ketika perempuan menikah kemudian menjadi seorang ibu, keluarga menjadi pertimbangan utama di setiap aspek kehidupan termasuk karier. Komitmen tersebut yang mendorong Reny terjun di bisnis perhiasan.

“Awalnya saya tidak bermimpi menjadi desainer perhiasan. Saya seorang pengacara dengan latar belakang sekolah hukum dari Universitas Indonesia. Ketika menikah dan memiliki anak, saya menemui kendala untuk menyeimbangkan waktu antara karier dan peran ibu rumah tangga.

Itulah sebabnya, saya memutuskan untuk mengelola bisnis sendiri dan dunia perhiasan pertama kali dikenalkan oleh kakak saya di tahun 1997,” urai ibu tiga anak ini.

Di tahun 1997, Reny bergabung di bagian tim marketing bisnis perhiasan sang kakak. Baru pada 1998, dia berani mendesain perhiasan sendiri yang berkiblat ke Hong Kong, Thailand, dan Italia.

“Desain perhiasan pertama saya cukup banyak yang mengapresiasi, termasuk Tresnowati, istri Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri periode 2001-2009. Beliau mengenakan perhiasan karya saya dalam setiap perjalanan dinas ke mancanegara. Selain itu, dia juga memberikan masukan untuk keindahan desain saya,” kenangnya sambil  tersenyum simpul.

Di tengah-tengah cerita, Reny menuturkan bahwa langkah awal terjun di dunia perhiasan sebagai kendaraan mempromosikan Indonesia ke mancanegara. Bisa dibilang, dia cukup berani untuk ‘menyentil’ ibu-ibu pejabat di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Setiap bertemu di acara kenegaraan, Reny menggiring mereka agar terbiasa mengenakan perhiasan buatan Indonesia. Bukannya bangga dan eksis di luar negeri dengan perhiasan merek ternama dunia.

“Apa bedanya, istri-istri pejabat Indonesia dengan ibu pejabat mancanegara, bila semua aksesori dan kostumnya buatan brand luar negeri. Oleh karena itu, saya mengajak mereka untuk kembali menengok tampilan secara utuh. Sosok mereka sangat besar peluangnya untuk menjadi brand ambassador di negeri orang,” tandasnya. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here