Rini Soemarno: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI

Mendapat kepercayaan memimpin perusahaan BUMN dengan aset Rp5.395 trilyun, dan mengerjakan proyek strategis senilai Rp347,22 T, tentu capaian karier yang langka bagi seorang wanita.

 

3-rini-soemarno

Kehadiran Rini Mariani Soemarno, atau akrab disapa Rini memang telah membuat BUMN terus bergerak cepat. Sosok profesional kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan-perusahaan besar ini, salah satu orang kepercayaan Presiden Jokowi. Tak heran jika namanya tetap aman dalam dua kali reshuffle kabinet, meski kalangan politisi terus mendesak dirinya dicopot.

 

“Dia pekerja keras, Rini Soemarno ketua tim transisi, pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang baik. Saya menilai Rini Soemarno sebagai pekerja lincah,” ucap Jokowi suatu ketika.

 

Sepanjang tahun lalu, mayoritas belanja modal BUMN difokuskan pada proyek infrastruktur untuk membantu program pemerintah. Total nilai proyek 2015 mencapai Rp795,99 trilyun, dengan serapan tenaga kerja langsung mencapai 184.179 orang.

 

Pada 2016, terdapat 62 proyek strategis yang dikerjakan oleh BUMN yang dijadwalkan groundbreaking dengan total nilai proyek sebesar Rp347,22 trilyun. Proyek strategis yang akan selesai dan diresmikan tahun ini sebanyak 73 proyek, dengan total nilai sebesar Rp109,65 trilyun. Keberhasilan proyek-proyek strategis itu berada di pundak Rini. Mempertahankan kinerja BUMN-BUMN andalan agar tetap bersinar, sekaligus melakukan penyehatan terhadap BUMN yang masih redup, bukan hal yang mudah.

 

Perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinasinya, juga merupakan salah satu pundi-pundi utama Negara. Tahun lalu, total setoran pajak dan dividen BUMN mencapai Rp202 atau 96%. Hingga pertengahan tahun ini, setoran pajak BUMN sudah menyentuh Rp172 trilyun, dengan kontribusi dividen Rp34 trilyun.

 

Beberapa waktu lalu, putri Soemarno, mantan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan pada kabinet periode 1960-1962 ini mewacanakan pembentukan superholding BUMN dan meniadakan Kementerian BUMN. Menurutnya, pembentukan superholding ini sangat dibutuhkan agar BUMN bisa bergerak lebih lincah. Selama ini, dia menilai sejumlah BUMN tidak bisa bergerak leluasa dalam pengembangan bisnisnya karena berada di bawah Kementerian BUMN.

 

Di bawah komando wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat 9 Juni 1958 ini terjadi perbaikan signifikan dari kinerja BUMN. Kerugian BUMN yang pada 2014 mencapai Rp10,2 triliun, pada 2015 berhasil ditekan menjadi Rp5,8 triliun. Dari jumlah 27 perusahaan yang merugi tahun lalu, sekarang ada 18 perusahaan yang sudah membaik. Total aset BUMN sebesar Rp 5.395 trilyun (2015) juga meningkat dari Rp4.577 trilyun (2014). Tahun ini, Rini menargetkan aset BUMN mampu mencapai Rp6.240 trilyun, atau kenaikan hingga 15 persen lebih.  Aprillia | Istimewa

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here