RITA WIDYASARI | Indahnya Kebersamaan Meraih Kemenangan

Saya bersyukur tidak pernah mengalami prahara dalam keluarga, karena kebersamaan kami berlandaskan cinta, komitmen, dan kepercayaan.

 

Sukses seorang perempuan akan lebih indah, jika diiringi bersama keharmonisan dalam rumah tangga. Tak semua orang bisa mendapatkan dua hal ini. Diperlukan perjuangan dan kompromi yang tak pernah ada habisnya.

Demi menggapai keduanya, Rita Widyasari menghargai dan menghormati keputusan sang suami, Endri Elfran Syafril yang rela mengurus anak-anak, selama dia menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara (Kukar). Kebetulan anak-anaknya sekolah di Bina Nusantara (Binus) Jakarta, akhirnya hanya dia yang tinggal di Kukar.

“Suami saya sampai rela pensiun dini dari Pegawai Negeri Sipil, demi mengurus ketiga anak kami dan memantau bisnisnya dari rumah. Saya pun berusaha menyempatkan diri menjenguk keluarga di Jakarta untuk melepas rasa rindu, paling tidak sebulan sekali. Berkat dukungan keluarga, saya bisa mengabdi kepada masyarakat Kukar dan Insya Allah Kalimantan Timur,” akunya kepada Women’s Obsession.

Ketika ditanya seperti apakah suka dan dukanya menjadi seorang wanita yang berkarya di luar rumah? Dia menjawab, “Sebenarnya lebih banyak suka daripada duka. Saya bersyukur tidak pernah mengalami prahara dalam keluarga, karena kebersamaan kami berlandaskan cinta, komitmen, dan kepercayaan. Seperti halnya saya mesti menetap di Kukar sebagai kepala daerah di sana, sementara anak-anak harus bersekolah di Jakarta. Merupakan keputusan sulit, karena berpisah dengan keluarga secara fisik. Namun, kami sudah menemukan formulanya untuk menjaga kebersamaan.”

 

Mencintai keluarga dengan tulus salah satu nilai yang diturunkan Rita kepada anak-anaknya sejak kecil. Jiwa kekeluargaan sangat penting ditanamkan kepada mereka, karena yang akan menjaga dan menolong pertama kali adalah keluarga.

“Saya tak bosan-bosan menerangkan kepada anak-anak mengenai silsilah keluarga. Kita bisa saja mempunyai sahabat seperti saudara. Namun, ikatan dengan saudara sedarah maupun kerabat perlu dipupuk. Saya mencontohkan lewat bakti kepada ibu dan nenek yang sudah sepuh usianya. Kita harus terus bersama keluarga sampai akhir hayat dalam kondisi apapun,” ungkap perempuan kelahiran 7 November 1973 ini sungguh-sungguh.

Keberadaan Rita di posisi saat ini, tak lain berkat doa dan dukungan keluarga. Itulah sebabnya, dia konsisten memprioritaskan jalinan keluarga, tidak hanya pekerjaan yang menjadi perhatian dirinya.

Mengenai pepatah bahwa surga ada di telapak kaki ibu, dengan raut wajah tersenyum dia pun mengamini. Rita berkomentar, “Kita tidak bisa lahir tanpa ibu. Memang peran maupun kontribusi bapak ada, tapi yang merasakan sakitnya adalah ibu. Keinginan anak-anak terdalam biasanya lebih dahulu diketahui ibu. Dia menjadi guru dan dokter pertama bagi anak-anaknya, ketika mereka demam dan bertanya berbagai hal. Saat anak sakit yang paling merasa was-was dan repot juga ibu. Tak heran, sosok ibu menjadi ‘tangan kanan’ Tuhan.”  Itulah sebabnya, saat melepaskan anak-anak menikah dan hidup mandiri, kadang orang tua sulit merelakannya.

Namun bagi Rita, kita mesti mengikhlaskannya, karena merupakan konsekuensi sebagai orangtua. Menurutnya, saat anak-anak telah berkeluarga, inilah waktu yang tepat bagi orang tua bisa kembali ‘berpacaran’ lagi, karena banyak waktu berdua. Jika selalu bersama sampai akhir hayat, itulah yang dinamakan soulmate atau cinta sejati.

“Salah satu yang mendapatkan cinta sejati adalah bapak saya. Semasa bapak sibuk berkarier, jarang ada waktu untuk ibu, hingga banyak kabar kurang menyenangkan menerpa silih berganti, ibu tetap tegak di sampingnya. Ketika bapak jatuh sakit kena stroke, ibu pun setia menemani dan merawatnya. Saya belum pernah melihat pengabdian perempuan yang begitu menyayangi suami, selain ibu saya. Bahkan, saat kemarin saya mengajaknya untuk berlibur sejenak ke London, dia tetap tidak mau ikut, karena hatinya tak bisa berpindah ke tempat lain,” ungkap perempuan yang telah mengarungi kehidupan berkeluarga selama 16 tahun ini dengan mata berkaca-kaca. Dia juga berharap semoga kehidupan rumah tangganya bisa langgeng bertahan hingga akhir hayat. Elly Simanjuntak/Silvy Riana Putri l Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2017

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here