Rudy Project Indonesia | Penggowes Cantik nan Bugar

 

0s4a2157-for-web

Bersepeda salah satu moda transportasi yang digemari masyarakat Eropa, di antaranya Belanda dan Jerman. Bahkan jumlah pesepeda di negara tersebut diprediksi sama banyaknya dengan jumlah pengguna sepeda motor di Jakarta. Di Indonesia, sepeda dilirik sebagai moda transportasi kaum urban mulai tahun 2004. Ditandai dengan lahirnya komunitas bersepeda untuk ke kantor. Sejak saat itu, kegemaran bersepeda semakin meningkat. Tak ketinggalan, para pejabat negara ikut melestarikan kegiatan bersepeda. Salah satunya Joko Widodo, ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden Republik Indonesia, bersepeda termasuk agenda kegiatannya.

 

Di antara komunitas sepeda yang terus berkembang di Indonesia, salah satu yang menarik adalah Rudy Project Indonesia. Komunitas ini lahir di tahun 2016 dari kesamaan visi para penggowes cantik dan komitmen tinggi brand kacamata asal Italia, Rudy Project. Saat ditemui di sela-sela kumpul komunitas Rudy Project Indonesia di Alam Sutra, Julita Saragih selaku pemilik distibutor resmi Rudy Project di Indonesia menuturkan kesenangannya bersepeda karena bebas menikmati keindahan dan kemurnian alam. “Banyak dari pengguna kacamata brand Rudy Project ini hobi bersepeda maupun calon atlet nasional. Kenapa tidak, acara kumpul-kumpul biasa menjadi perkumpulan resmi. Jadi, kami bisa mendukung penuh kegiatan para penggowes cantik ini baik di perhelatan lomba tingkat nasional maupun internasional,” tutur ibu dua anak ini.

 

 

 

 

 

 

Anggota komunitas ini cukup beragam. Ada siswa SMA, pekerja, penyanyi, hingga penggowes pengalaman berusia paruh baya. Keberagaman ini menciptakan keakraban lintas generasi. Mereka melebur satu sama lain karena memiliki kecintaan yang sama, yaitu bersepeda. Soal stamina dan ketahanan, penggowes berpengalaman bernama Woro Anggraeni merupakan contoh bahwa kegiatan bersepeda aman untuk segala usia. “Apapun olahraganya tidak hanya sepeda, bila dilakukan secara rutin tentu aman dilakukan dan baik pula untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Tidak perlu risau tentang kecepatan dan stamina yang tidak sama lagi dengan anak muda. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing,” ungkapnya.

0s4a2199-for-web

Lain lagi, kisah Juanita Dewiana biasa disapa Ade salah satu anggota grup Soul id. Perempuan bertubuh mungil ini mencintai bersepeda sebagai salah satu kegiatan relaksasi dan melatih diri. Dia termasuk sosok yang pantang mundur ketika jatuh saat bersepeda. “Di situ tantangannya. Kadang kita terjatuh disebabkan ketidakdisiplinan anggota lain atau disiplin diri yang mengendur. Dari peristiwa tersebut, kita bisa mempelajari kekurangan dan memahami medannya ketika bersepeda kembali di sana,” serunya. Tya seorang penggowes dari Bandung turut mengamini cerita Ade. “Waktu ada event sepeda di Bandung. Saya sempat terjatuh. Ketika dibawa ke ambulans, ternyata kakak saya juga ada di ambulans. Kami berdua malah tertawa,” kenang Tya.

 

Mayoritas dari mereka menyenangi bersepeda di pagi hari. Mengingat lalu lintas kota Jakarta yang cukup padat di waktu lainnya. Begitu pula dengan Bandung, hanya bedanya rute bersepeda di Bandung lebih bervariasi bisa ke lokasi pegunungan atau laut. Untuk kota-kota yang sudah pernah disambangi dengan bersepeda, jawabannya hampir senada kota-kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

0s4a2240-for-web

Di penhujung perbincangan, Woro selaku senior yang dipercaya untuk mewakili penggowes cantik lainnya berharap dengan komunitas Rudy Project Indonesia ini kegiatan bersepeda, khususnya women cycling di Indonesia terus berkembang. Bukan lagi kegiatan sampingan, melainkan bagian dari rutinitas. Pola hidup sehat itu harus dimulai dari sendiri. Dan dimulai hari ini, bukan hari esok. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi November 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here