Sosok Ibu Bahagia

Tak ada kata-kata yang pernah cukup untuk menggambarkan peran ibu, apalagi bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sosok ibu adalah luar biasa, baik menjadi orangtua dari anak-anak yang terbentuk dari rahim sendiri maupun dilahirkan dari hati Anda.

Istilah ini untuk menjelaskan anak-anak yang datang dari proses adopsi atau yang ditemui dalam pekerjaan, misalnya Anda menjadi seorang guru atau pengelola child day care. Makna menjadi ibu memang sangat universal dan berlaku untuk semua perempuan.

Tetapi bukan itu saja yang terpenting, melainkan berperan sejauh manakah kita sebagai ibu. Kalau sebatas mengurusi rumah dan keperluan anak mulai dari memandikan, memberi makan sampai menidurkannya kembali, mungkin semua orang bisa mengerjakannya atau paling tidak bisa belajar untuk melakukannya.

Namun, menjadi ibu adalah lebih dari semua itu, bukan? Figur ibu merupakan satu paket lengkap bagi anak untuk memenuhi kebutuhan aspek perkembangannya–jangan lupa juga ada kebutuhan perkembangan yang diperoleh dari figur ayah.

Berat, bukan? Apalagi tidak ada sekolah atau bentuk pendidikan apapun yang bisa membekali para perempuan untuk menjadi ibu.

Lagipula akan percuma juga jika ada sekolahnya, karena setiap anak unik, sehingga sulit untuk dibuat pakem atau prosedur baku yang bisa diaplikasikan ke semua anak.

Namun menurut saya, ada satu bekal penting yang perlu ada di dalam diri seorang perempuan, sehingga dapat menjadi ibu yang baik, yaitu rasa bahagia.

Dia harus merasa senang, sehingga bisa menjalankan perannya dengan baik dan membesarkan anak-anak bahagia juga. Happy moms produces happy children.

Saya sangat setuju dengan kalimat ini. Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh University of Rochester, New York, Amerika Serikat pada 153 orang ibu dari anak-anak usia batita.

Ditemukan bahwa para ibu yang mengalami stres berisiko besar untuk memperlakukan anak-anaknya dengan kasar, penuh amarah, atau sama sekali tidak mempedulikan mereka. Tentu ini berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.

o-SINGLE-MOM-facebook

Di tengah rutinitas keseharian dan tekanan hidup, mungkin sedikit sulit untuk merasa selalu bahagia.

Tetapi, demi makhluk-makhluk mungil lucu yang memanggil Anda penuh sayang dengan sebutan ibu/mama/mami/bunda/umi, kebahagiaan dalam diri patut diperjuangkan. Tidak perlu liburan panjang atau barang yang mahal untuk mendapatkan happiness.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2015

 

Rubrik ini diasuh oleh Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

Vera I Hadiwidjojo

 

Lulus dengan gelar sebagai psikolog pada tahun 2001 dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ibu dari dua orang anak ini langsung memfokuskan diri pada psikologi anak & remaja.

Berpraktik di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (021-3145078) dan Rumah Anak Mandiri Depok (021-97797110).

Vera juga aktif sebagai psikolog di beberapa sekolah di area Jabodetabek, menjadi narasumber untuk media cetak dan elektronik, menjadi pembicara seminar/talkshow, maupun pakar
untuk produk mainan Mattel Fisher-Price.

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here