Srikandi Pendidikan | Michelle Sampoernae

  1. Pendidikan merupakan pilar pertama, karena kami percaya bahwa pendidikan  merupakan kunci kepemimpinan yang kuat.

Michelle

Wanita bernama lengkap Jacqueline Michelle Sampoerna ini memang tidak terlibat langsung dalam sisi kelompok bisnis Sampoerna. Dia mendirikan Putera Sampoerna Foundation (PSF), sebuah organisasi non profit yang didedikasikan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, pada tanggal 1 Maret 2001. Michelle sendiri sebelumnya menjabat memegang posisi Communications Manager di PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

Alasan mengapa dia tertarik pada aspek CSR perusahaan adalah karena dia dan keluarga telah mengalami pasang surut dalam kehidupan termasuk kegagalan yang dijadikannya sebagai pengalaman berharga. Michelle yang lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga bisnis dengan pandangan modern, mempercayai pentingnya nilai-nilai inti yang ditanamkan sejak kecil. “Saya percaya karakter seseorang dibentuk oleh pendidikan dan nilai-nilai mereka belajar dari orang tua mereka. Saya beruntung memiliki orang tua yang selalu mendorong anak-anak untuk menghargai hidup, menghormati orang lain, dan belajar dari kegagalan. Tapi pelajaran paling penting yang saya pelajari adalah untuk jangan pernah lupa dari mana kita berasal,” kata Michelle, yang memiliki gelar sarjana komunikasi massa dari St. Mary College di California.

Michelle menyadari sepenuhnya bahwa kelompok Sampoerna berada di belakang PSF. “Kami percaya bahwa kami tidak bisa hanya mengandalkan dana CSR dari mitra. Itu sebabnya kami berkembang  menjadi institusi bisnis sosial. Sebagai sebuah institusi bisnis sosial, rencana dan komitmen yang kami laksanakan adalah menjamin keberlanjutan program-program kami,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, sang ayah percaya bahwa pendidikan berperan sangat penting dalam menciptakan pemimpin masa depan yang mampu menjajarkan Indonesia dengan negara-negara maju. Dia berkata, “Sejak saya dan adik-adik masih kecil, ayah selalu menanamkan bahwa kami memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi kembali kepada negara yang telah sangat baik kepada kami.”

IMGL2432 Jakarta 230811Bagi Michelle, PSF merupakan warisan penting dari keluarga Sampoerna yang akan mengingatkan generasi yang akan datang tentang pentingnya berbagi dan membantu orang lain. Untuk mendorong prospek ini, Michelle sering mengajak anak-anaknya, Ethan dan Elizabeth untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki semangat dan dedikasi untuk membantu orang lain, maupun berkomitmen membantu bangsa. “Seperti pengalaman saya dengan ibu saya di beberapa program amal, saya berharap pengalaman Ethan dan Elizabeth  akan membentuk nilai-nilai, mampu mempertahankan warisan keluarga dan terus dapat memberikan sesuatu untuk Indonesia,” katanya penuh harap

PSF kini telah menjadi salah satu non-profit terbesar di dunia yang didirikan oleh sebuah perusahaan keluarga. Di waktu lalu, foundation ini telah memberikan ribuan beasiswa mulai dari sekolah dasar hingga gelar pascasarjana. PSF juga telah memiliki program pemberdayaan sekolah, untuk meningkatkan kualitas sekolah dan guru yang berada di bawah School Development Outreach (SDO).

Melalui SDO, PSF telah berkontribusi atas perbaikan fisik sekolah, menyediakan fasilitas mengajar, pelatihan guru, dan peningkatan kurikulum yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali. “Kami menyadari bahwa kami tidak dapat bekerja sendirian mengingat banyaknya hal yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, kami memerlukan dukungan dari semua pihak, terlebih pemerintah dan pihak swasta. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam program-program kami, semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu dan berdayakan,” ungkap Michelle. Sampai saat ini PSF telah bekerja sama dengan lebih dari 300 perusahaan baik multinasional maupun lokal.

“Melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas, kami bertekad mewujudkan visi menciptakan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin di masa depan,” ungkapnya. Hal itu pula yang mendorong PSF memperluas lingkup sosial bisnisnya dengan mendirikan Sampoerna Schools System, sebuah sistem pendidikan internasional yang ditujukan untuk memberikan pendidikan berkualitas berbasis Science, Technology, Engineering, Art and Math (STEAM) bagi masyarakat kalangan menengah di Indonesia. Sampoerna Schools System yang terdiri dari Sampoerna Academy, sekolah setingkat SD-SMA, dan Sampoerna University, telah memiliki kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan terbaik di Amerika Serikat. Selain prestasi akademik, penerapan sistem pendidikan ini akan memberikan paparan internasional yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia, sebagai bekal untuk menembus persaingan global. Angie Diyya | Dok. PSF

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here