Surga yang Tersembunyi

Jika selama ini kita kerap menyambangi destinasi-destinasi populer untuk rehat dari hiruk-pikuk keseharian, cobalah agendakan plesiran tengah tahun ini ke daerah yang belum atau bahkan sangat tidak populer. Meskipun jauh dari kata populer, destinasi alam ini mempunyai keindahan dan ‘kemewahan’ yang tidak ada di lokasi tersohor sekalipun. Beruntungnya, destinasi tersebut banyak tersembunyi di bumi Nusantara. Bersiaplah untuk terpukau.

 

Desa Wae Rebo, NTT

Desa Wae Rebo NTT

Daerah ini terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan pemandangan eksotis. Berada di Kecamatan Setarmese Barat, Manggarai, NTT, desa Wae Rebo berjarak 9 km dari pusat kota. Desa terkenal dengan sebutan Manggarain Tua ini memiliki kehidupan adat begitu kuat, terlihat dari kehidupan masyarakat yang masih tinggal di Mbaru Niang atau rumah adat dari bahan hasil hutan sekitar yang dibentuk mengerucut. Sungguh, pengalaman menginap alam tradisional yang tak terlupakan. Beralaskan tikar dari anyaman daun pandan, mengantarkan kita menikmati aktivitas pedesaan akrab dengan alam, seperti bercocok tanam, membuat kain songket, dan ramah tamah warga desa saat beraktivitas.

 

 

 

 

Joyo Resort, Kepulauan Riau

Pulau-Joyo-indonesia-conde-nast-traveller-1dec15-pr

Inilah wilayah Indonesia yang persis berdekatan dengan Singapura. Meskipun, berada tak jauh dari negara metropolitan tersebut, Joyo Resort yang berada di Kepulauan Riau masih mempertahankan gaya hidup sederhana dan tradisional  nan kental. Semula, resor ini adalah rumah peristirahatan bekas raja kapal. Salah satu keistimewaannya adalah mempertahankan suasana privat dan eksklusif. Walaupun, jauh dari gaya hidup ala pusat kota, Joy Resort tetap menawarkan suasana kehidupan pesisir yang paripurna.

 

 

 

 

wahana telaga sarangan

Pulau Sarangan, Denpasar Selatan

Meskipun, Bali sudah menjadi lokasi wisata melegenda, belum banyak wisatawan yang mengetahui Pulau Serangan di Desa Serangan, Denpasar Selatan. Dengan luas area sekitar 73 hektar dan masih dihuni oleh penduduk lokal, kita bisa berlibur di sana melalui jalur darat dengan menyeberangi jembatan yang menghubungkan antara Bali dengan pulau tersebut. Uniknya, jembatan tersebut hanya bisa dilalui, ketika air laut surut. Bagi Anda yang ingin melalui jalur perairan dapat menggunakan boat dari Sanur, Suwung atau Tanjung Benoa. Para penduduk lokal kerap memperkenalkan nama pulau ini dengan Pulau Penyu. Serangan adalah salah satu tempat penangkaran Penyu Hijau dengan pesona tiada dua, ketika diadakan pelepasan anak Penyu Hijau atau Tukik ke laut. Sahrudi | Foto: Istimewa

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here