Syahlina Zuhal | Semangat ‘Memerangi’ Penyakit Jantung

Memiliki kepedulian terhadap sesama, khususnya kesehatan penyakit jantung dan latar belakang di dunia organisasi menjadi alasan Syahlina Zuhal bersedia menerima tawaran sebagai ketua umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) periode 2013-2018.

Sejak masa kepemimpinannya, YJI bisa dikatakan berhasil menggelar berbagai event yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak. Misalnya, acara Senam Jantung Sehat yang digelar di Pontianak tahun 2016 lalu dan YJI sukses menyabet rekor MURI saat memperingati Hari Jantung Sedunia, sekaligus menjadi rangkaian acara ulang tahun TKRI.

Tak hanya itu saja, setahun sebelumnya yakni pada 2015, YJI juga memecahkan rekor untuk Lompat Tali Jantung Sehat yang digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu, acara peringatan Hari Jantung Sedunia juga telah menjadi agenda tetap tahunan bagi YJI.

Sebagai ketua umum dari sebuah organisasi yang bergerak di dunia kesehatan, Syahlina mengatakan bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, maka seseorang harus membenahi gaya hidup buruk yang selama ini dijalani.

Dari menikmati junk food, rokok, obat-obatan terlarang, minuman keras hingga kurangnya waktu berolahraga akan semakin memperburuk kondisi jantung seseorang. Buruknya gaya hidup yang dianut masyarakat Indonesia membuat risiko penyakit jantung semakin meningkat.

 

MENJADI LEBIH PROFESIONAL
Pengalaman belajar kepemimpinan di beberapa tempat menyadarkan diri Syahlina bahwa menjadi seorang pemimpin haruslah bijaksana dan sabar, apalagi ketika mendapat kendala dan tantangan yang memang tak mudah diatasi.

Menginginkan YJI bekerja lebih profesional dan menjadi salah satu target kerjanya selama memimpin organisasi ini, dia pun tak ragu melakukan pembenahan manajemen.

“Misalnya, menggunakan jasa profesional seorang corporate legal untuk menangani MOU dengan pihak lain dan memakai jasa akuntan dalam urusan keuangan YJI. Sehingga jika suatu hari nanti ada masalah, dia tidak ingin menyalahkan siapa pun dan tidak saling bentrok,” ungkap Syahlina penuh perhatian.

Untuk program kerjanya ke depan, dia pun fokus pada permasalahan kesehatan jantung bagi perempuan dan anak-anak. Program tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak lima tahun lalu dan dia tertantang melanjutkannya sampai selesai.

Syahlina pun sempat merasa sedih, ketika bertugas ke daerah bersama para anggotanya, masyarakat di sana ternyata tidak siap menerimanya, karena kantor cabang YJI sudah tidak aktif lagi.

“Bahkan, organisasi jantung yang dikenal dengan nama Grup Jantung Remaja juga telah mati di beberapa daerah. Meskipun, baru berhasil di beberapa kota, kini grup jantung yang dibentuk sejak masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut saya hidupkan kembali,” ujar mantan Ketua Dharma Wanita di PLN ini. Indah Kurniasih/Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession Edisi Juni 2017

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here