Tanpa Operasi,Tapi ESMR

ESMR memacu vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah, sekaligus menghilangkan nyeri secara cepat.

 

 

IMG_0343

Penderita penyakit jantung dan pembuluh darah di zaman sekarang ini semakin meningkat dan memerlukan penanganan khusus.  Keterbatasan perkembangan operasi angioplasti dan bypass membuat jumlah pasien yang mengalami nyeri dada berulang atau angina meningkat.  Hal ini mengakibatkan penurunan produktivitas pasien, meningkatkan risiko serangan jantung, dan memakan biaya pengobatan sangat besar. “Kejadian tersebut menimbulkan kebutuhan akan variasi terapi yang dapat melengkapi dan efektif untuk re-vaskularisasi atau pembentukkan pembuluh darah kembali, agar pasien dapat kembali merasakan hidup berkualitas.  Solusi inovatif dari hal ini adalah terapi Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularisation atau ESMR,” ujar dr. Aulia Sani SpJP(K) FJCC, FIHA, FAsCC, FICA dari AIC-Medical Clinic, Kuningan City Mall Lt.1 B, C, D (www.aic-kuninganmedical.com).

 

Angina adalah istilah global untuk semua gejala yang terjadi pada saat terdapat area di otot jantung yang tidak mendapatkan cukup asupan darah yang kaya oksigen dan dikenal sebagai penyakit jantung koroner atau PJK.  Ini merupakan penyakit jantung yang paling sering terjadi  pada orang dewasa. Pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung tidak berfungsi dan seringkali terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan dalam pembuluh darah.

Dia melanjutkan, “Efek munculnya angina dapat terasa seperti nyeri dada atau tertekan, nafas pendek, nyeri di rahang, leher, tangan, punggung, rasa mual dan kembung dengan  kelelahan di seluruh tubuh. Setiap pasien mengalami gejala angina yang berbeda-beda. ESMR juga dapat disebut sebagai terapi angiogenesis atau pembentukkan pembuluh darah jantung non-invasif.  Terapi ini merupakan pendekatan baru untuk terapi non-invasif, tanpa pisau bedah atau memasukkan alat ke dalam tubuh untuk re-vaskularisasi otot jantung maupun  meningkatkan asupan darah ke otot jantung.”

 

IMG_0320IMG_0339

Dipandu dengan Ultrasound Jantung dan pemantauan EKG, ESMR befokus pada pemberian kejutan ringan di bagian jantung yang memerlukan revaskularisasi. ESMR memacu vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah, sekaligus menghilangkan nyeri secara cepat. Gelombang kejut yang diberikan memacu proses penyembuhan dan merangsang proses pembentukkan pembuluh darah yang hasilnya telah dibuktikan di dunia.  Dengan serangkaian sesi terapi ESMR dapat memberikan peningkatan yang signifikan dalam sirkulasi jantung, termasuk mengurangi angina.

“Terapi ESMR disebut non-invasif ataupun non-surgical bypass, karena membangun pembuluh darah baru secara natural. Kemudian, meningkatkan asupan darah yang kaya akan oksigen ke area jantung bermasalah, tanpa melalui operasi ataupun obat-obatan. Untuk alasan inilah disebut sebagai bypass tanpa operasi atau terapi pembentukkan darah baru tanpa tindakan invasif,” ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpraktek di klinik AIC (telepon: 021-30051802) setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat jam 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Durasi keseluruhan terapi adalah 20 hingga 30 menit.  Pasien harus melalui rangkaian sembilan sesi terapi pada Selasa-Kamis-Jumat setiap bulan, yaitu minggu ke-1, ke-5, dan ke-9. Selama pengerjaan  kita akan merasakan seperti getaran seputar area terapi disertai dengan beberapa tingkat suara bising dari alat terapi.

 

Hasil Setelah Terapi 

Tidak seperti operasi bypass jantung, angioplasti, dan prosedur pemasangan stent, terapi ESMR memiliki kelebihan, yaitu bersifat non-invasif  atau tanpa menggunakan pisau bedah dan tidak ada alat yang dimasukkan ke dalam tubuh.  Lalu, mudah dilakukan, tanpa risiko atau nyeri, tidak membutuhkan pembiusan, tidak ada batasan terapi maupun rawat inap.  Tindakan ini juga tidak terdapat efek samping atau risiko akut maupun kronis dan bisa dilakukan untuk ibu hamil. Berikut adalah hasil terapi ESMR yaitu :

  1. Pasien dapat berjalan dengan jarak lebih jauh tanpa rasa sakit di dada.
  2. Angina atau nyeri dada berkurang, bahkan menghilang.
  3. Jika terjadi episode angina, nyerinya akan lebih berkurang.
  4. Obat-obatan yang diperlukan pasien untuk mengatasi angina akan berkurang.
  5. Pasien dapat melakukan pekerjaan dan aktif kembali.
  6. Setelah terapi tampak lebih energetik dan percaya diri.

Elly Simanjuntak | Foto: Fikar Azmy

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here