The Floating Seahorse

Tinggal di rumah yang mengapung permukaan laut, dengan sebuah ruangan kaca yang dapat menampilkan kehidupan bawah laut mungkin terdengar imajinatif, tetapi rupanya sedang diwujudkan perusahaan pengembang di Dubai.

 

maxresdefault

Gagasan awalnya adalah mengikuti prinsip sebuah perahu, tapi kini Floating Seahorse telah menjadi konsep unik yang telah dirancang cerdas dan dikembangkan di Dubai. Sejak secara resmi diluncurkan di The Dubai International Boat Show, ‘vila’ terapung ini memiliki banyak peminat baik calon pembeli, agen real estate, maupun investor dari Saudi Arabia, Qatar, Maladewa, Swedia, Portugal, Norwegia, dan negara lainnya.

Hunian unik dan mewah yang mengapung di air ini adalah yang pertama di dunia, dirancang dengan menggunakan bahan maupun teknologi kualitas tinggi dan menerapkan pakem ilmu kelautan. Dinamakan Seahorse karena menurut Kleindienst, vila ini mengapung di suatu lingkungan di mana kuda laut dapat hidup dan berkembang biak di habitat alami mereka di Teluk Arab. Di bawah vila mewah terebut, pihak Kleindienst menciptakan terumbu karang buatan yang akan menjadi kawasan lindung tempat kuda laut hidup dan berkembang biak dengan aman.

CEO Kleindienst Group  Josef Kleindienst mengklaim bahwa tim mereka telah melakukan penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan proyek selama lebih dari 250 hari  dan 650 hari untuk mendesain ataupun rekayasa. Sekitar 200 desainer, arsitek, dan insinyur yang terlibat dalam proyek untuk mewujudkan sebuah rumah fantasi tersebut.

 

the-floating-seahorse-underwater-bathroom

 

Tiap unit Floating Seahorse memiliki luas kaca 269 kaki persegi di bawah air dan berat 188 ton. Vila ini terdiri dari tiga lantai, satu di bawah air, satu di permukaan laut, dan satu di lantai atas. Kamar tidur utama maupun  kamar mandi menyajikan interior warna-warni terumbu karang maupun kehidupan bawah laut. Tersedia pula mini bar, sekaligus  jacuzzi di lantai terbawah dengan pemandangan terbaik. Berbagai ruang didesain seperti vila mini pada umumnya, dapur yang dilengkapi dengan ruang makan, ruang tamu dirancang terbuka, jendela-jendela berukuran besar, dan ketika kaca dibuka sun deck menjadi perpanjangan dari ruang tengah. Dek atas menjadi tempat yang sempurna untuk berjemur, makan, relaksasi di suasana terbuka, atau diubah menjadi kamar tidur musim dingin hanya dengan menarik sebuah tirai.

Floating Seahorse telah dirilis dan dijual untuk umum seharga US$ 2,8 juta. Sebanyak 42 unit individual ditetapkan untuk mengisi perairan ‘The World’ bagian dari ‘Heart of Europe’, pulau-pulau buatan yang berjajar di lepas pantai Dubai dan akan membentuk tiruan dari peta dunia. Proyek ini dijadwalkan selesai pada akhir 2016 dan penyewa pertama akan bisa mulai menempatinya pada tahun 2017 mendatang.

Terletak dua setengah mil atau empat kilometer dari lepas pantai Dubai, penghuni dapat mencapai Seahorse ini dengan menaiki perahu atau pesawat amfibi. Vila ini telah dijual kepada investor swasta dari seluruh dunia, namun tetap di bawah naungan grup Tzar Hotel dan akan tetap dapat diakses  serta dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat umum dengan biaya tertentu. Melihat permintaan yang tinggi dari peminat Floating Seahorse, Kleindienst mengatakan lokasi berikutnya adalah pulau bagian St. Petersburg di ‘The World’.  Josef menambahkan, “Kami yakin bahwa vila terapung ini akan menjadi patokan baru di kalangan jetset seluruh dunia untuk inovasi yang luar biasa dengan desain kontemporer dan sensasi kehidupan bawah air terbaik.” Naskah: Angie Diyya | Foto: Istimewa

 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here