AIRIN RACHMI DIANY | The Simplicity Woman

 

“Bekerja adalah ibadah, itulah niat saya sesungguhnya, disertai prinsip kesederhanaan menjadi pegangan hidup saya.”

 

Berbicara mengenai kota impian di dunia, Airin berpendapat Stockholm sangat disukainya dan dia menganggap sebagai kota bahagia. Hampir 70% persen penduduknya bersepeda, kondisi ini tentunya didukung oleh sarana transportasi dan udaranya yang nyaman.

Tak mau muluk-muluk seperti Stockholm, dia mempunyai impian paling tidak Tangsel bisa menjadi seperti Singapura. Transportasi publiknya baik, cenderung tidak macet, dan kotanya teratur. Tangsel adalah rumah kita bersama harus ada suasana nyaman, aman, dan kondusif untuk masyarakat.

Dia berpendapat, “Mengurangi kriminalitas menjadi agenda penting yang harus dilakukan. Untungnya, sekarang sudah ada Polres Tangsel yang baru diresmikan bulan Agustus lalu. Koordinasi pun jadi lebih cepat dan mudah dilakukan.

Terkait dengan kendala adanya begal, keberadaan Polres bisa menjadi alternatif penolong, tapi bukan segala-galanya. Kewaspadaan masyarakat juga menjadi penting dan kalau keluar malam warga harus menyiapkan diri dengan segala resiko dan konsekuensinya.”

Penerangan umum memang sudah ditingkatkan, namun memang aktivitas Kelompok Sadar Kamtibnas, poskamling dan siaga perlu ditambah. Namun, masalah keamanan sebenarnya tidak hanya menjadi tanggung jawab Polres dan TNI, tapi juga kita bersama.

Aparat keamanan perlu dibantu oleh masyarakat, agar lebih cepat penanganannya saat ada masalah dan jauh lebih efektif, dibandingkan hanya pihak Polres yang berkeliling dengan hanya beberapa jumlah personil.

IMG_5146

Tangsel dari Waktu ke Waktu

Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi, Tangsel ternyata termasuk yang tertinggi di provinsi Tangerang dan ini harus terus ditingkatkan.

“Agar lebih cepat terlaksana, saya berusaha mendelegasikan kewenangan dan perizinan-perizinan yang atas nama wali kota diserahkan kepada kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu atau BP2T. Jadi, semua perizinan berada dalam satu pintu lakukan.

Agar ada kepastian waktu, biaya, dan hukumnya dengan jelas, sehingga akhirnya memudahkan terciptanya iklim investasi.

Dari sisi investasinya sendiri di sini ternyata lebih banyak berdiri bisnis perumahan yang berefek terciptanya industri baru di bidang pelayanan dan jasa, seperti sekolah maupun rumah sakit,” paparnya.

Dengan wilayah yang kecil hanya 147.19 km2 dengan kepadatan penduduk 1,4 juta orang, ini menjadi tantangan menarik bagaimana supaya masyarakat di sini bisa hidup berkecukupan dan sejahtera.

Potensi Tangsel sebenarnya sangat positif dan partisipasi warganya luar biasa diiringi rasa keguyuban dan bahu membahu. Karena berdekatan dengan Jakarta, minat investasi juga terlihat dan sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga agar iklim investasi terus meningkat.

 

“Di bidang pendidikan sendiri tahun depan untuk tingkat SMA negeri akan digratiskan untuk seluruh pembayarannya seperti SD dan SMP. Sekarang tingkat SMA, baru uang pangkal saja yang free.

Ini juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kependidikan, guru-guru harus di-upgrade dan dilatih dengan sistem UN online dan harus bisa mengadopsi semuanya. Dalam dunia pendidikan mesti digali munculnya inovasi-inovasi baru,” ungkapnya.

“Ke depannya saya akan melanjutkan kepemimpinan dan meneruskan program kerja yang belum selesai sebaik-baiknya. Saya pun berusaha untuk bisa mewujudkan impian kota Tangsel semaksimal mungkin,“ tambahnya.

Dia bertekad akan meningkatkan kualitas di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan tak kalah penting bagaimana Tangsel bisa menjadi berkembang semakin pesat. Apalagi, posisinya berdekatan dengan Jakarta dan mempunyai Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bekerja sama dengan beberapa daerah, sehingga memudahkan masyarakat dalam bekerja.

Namun, teknologi bukanlah segalanya, bagaimana caranya sebuah kota bisa maju dengan suasana kekeluargaan maupun pembangunan secara bergotong royong, perlu terus dipertahankan dan menjadi akar dalam sebuah kota. Elly Simanjuntak / Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2015

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here