Tidur Cukup Bagi Anak, Pentingkah?

 

Apa gunanya tidur?

Untuk memahami mengapa anak butuh tidur yang cukup, kita perlu memahami terlebih dahulu tentang makna tidur. Di dalam bukunya, Healthy Sleep Habits, Happy Child, Marc Weissbluth, MD., merumuskan fungsi tidur sebagai berikut

Sleep is the power source that keeps your mind alert and calm. Every night and at every nap, sleep recharges the brain’s battery. Sleeping well increases brainpower just as weight lifting builds stronger muscles, because sleeping well increases your attention span and allows you to be physically relaxed and mentally alert at the same time. Then you are at your personal best.

Marc lebih jauh melanjutkan bahwa tidur yang cukup membuat kita lebih waspada (alert) terhadap lingkungan sekitar dan membuat rentang perhatian kita lebih panjang. Pada saat tidur, ada banyak proses fisiologis, antara lain

Produksi hormon pertumbuhan
Pada saat tidur, terjadi peningkatan produksi hormon pertumbuhan dan pelepasan hormon ini berlangsung efektif saat tidur malam.

Perkembangan otak
Ketika tidur yang cukup akan meningkatkan perkembangan otak melalui stimulasi dari dalam (pembentukan zat-zat tertentu yang dibutuhkan otak) dan konsolidasi memori. Dengan tidur, daya konsentrasi anak tajam, daya ingat lebih kuat, meningkatkan kemampuan problem solving, dan memunculkan ide-ide baru.

Regenerasi sel
Saat tidur, sel-sel yang rusak akan digantikan oleh yang baru. Proses ini terjadi setiap hari karena sel mati terjadi setiap hari. Tanpa regenerasi sel dan jaringan, fungsi organ akan turun.

 

 

 

Bagaimana tidur yang sehat?
Tidur sehat membutuhkan durasi yang cukup (berbeda untuk tiap tahapan usia anak), kualitas tidur terjaga, tidur siang, dan jadwal tidur sesuai jam biologis anak. Berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk tidur? Para ahli merumuskan durasi yang berbeda sesuai rentang usia, yaitu

Bayi (3-11 bulan): 1 4-15 jam
Toddler (1-2 tahun): 12-14 jam
Prasekolah (2-6 tahun): 11-13 jam
Usia sekolah (mulai dari 6 tahun ke atas): 10-11 jam.
Setiap harinya biasakan anak tidur pada waktu yang sama. Begitu pula dengan kegiatan lainnya seperti makan, mandi, bermain, belajar, dan sebagainya. Sejak dini, anak memang sebaiknya dibiasakan untuk menjalani aktivitas secara rutin.Sesuaikanlah jadwal tidur dengan jam biologis anak yang bisa berbeda-beda untuk tiap anaknya. Jam biologis anak juga berbeda dengan orang dewasa, termasuk orangtuanya. Amatlah bijak orangtua yang mau memahami jam biologis anak ini, seperti misalnya dengan tidak memaksakan membawa anak pergi ke pesta sampai larut malam yang melewati jam tidur anak.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan dalam membuat tidur anak lebih nyaman

Ciptakan ritual menyenangkan sekitar 15-30 menit sebelum jam tidur, misalnya sikat gigi bersama, mendongeng, atau membacakan buku cerita.

Hindarkan anak beraktivitas yang melelahkan sebelum tidur.

Matikan TV, komputer, video game, dan smartphone dan gadget lainnya, agar anak fokus ke aktivitas tidur.

Hindarkan anak-anak menonton tayangan yang menyeramkan, agar tak terbawa dalam tidur mereka.

Perkenankan anak tidur ditemani selimut, boneka atau benda kesayangannya. Sebagian anak-anak butuh objek seperti ini untuk membuatnya lebih tenang menjelang tidur.

 

 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2017

 

 

 

 

Rubrik ini diasuh oleh Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

vera-i-hadiwidjojo

Lulus dengan gelar sebagai psikolog pada tahun 2001 dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ibu dari dua orang anak ini langsung memfokuskan diri pada psikologi anak & remaja. Berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (021-3145078) dan Rumah Anak Mandiri Depok (021-97797110). Vera juga aktif sebagai psikolog di beberapa sekolah di area Jabodetabek, narasumber untuk media cetak dan elektronik, pembicara seminar/talkshow, maupun pakar untuk produk mainan Mattel Fisher-Price.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here