Tity Hatta | Yakin di Setiap Langkah Baik

wanita indonesia tanpa tembakau

Wanita berparas ayu ini terbilang sosok yang senang bergaul dan mandiri. Sedari muda, dia sudah merintis dan menjalankan bisnis sendiri. Ketika sudah berumah tangga, dia menyiasati kegiatan di luar rumah agar tak menganggu fokus utamanya sebagai istri dan ibu.

Di antara bisnis tas branded, produser film, dan tanggung jawab di ranah domestik, kini dia dipercaya memimpin organisasi sosial yang sudah berdiri sejak 21 tahun lalu, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT). Selama tiga tahun mendatang (2016-2019), kemampuan berorganisasi Tity diharapkan membawa warna baru untuk gerakan yang teguh mengampanyekan bahaya merokok kepada perempuan Indonesia.

Siang hari itu kami bertemu di kediamannya yang bergaya victorian. Interior rumah dihiasi chandelier, wallpaper, dan sofa bergaya Eropa lama. Kebetulan kami tiba lebih awal, Tity datang kemudian usai pergi dengan putri pertamanya, Tistha Nurma yang kini menjadi produser film.

Ketika Tity tiba di rumah, jagoan kecilnya, Daffa langsung menyambut sang ibu seraya mencium tangannya. Pemandangan yang cukup teduh di tengah hiruk pikuk isu memudarnya kesantunan anak gen Y saat ini.

Titi dan WITT

“Kalau dilihat sejarah dan kontribusi, saya masih baru di WITT. Baru setahun kemarin, saya berbakti di organisasi yang beranggotakan para sesepuh dan senior. Mereka adalah guru, saya masih di tahap belajar berorganisasi. Alhamdulillah, mereka percaya dengan kemampuan saya. Beberapa acara akbar WITT ditugaskan kepada saya. Mungkin tantangan ini adalah fit & proper test saya,” jelas ibu tiga anak ini.

Dari ketiga acara besar tersebut, Tity berupaya memasukkan unsur berbeda. Kreativitas ini didorong oleh insting bisnis dan kepribadiannya yang ingin memaksimalkan sesuatu. Di acara penyuluhan, dia lebih memilih kawasan utara Jakarta, dibandingkan pusat dan selatan. Acara penghargaan tahunan WITT disisipi dengan penyematan gelar Miss WITT.

“Inovasi dan kreasi ini tentu tak selamanya lancar dan langsung mendapat sambutan hangat para anggota. Sempat ada yang meragu. Tetapi saya punya filosofi dalam hidup, apa pun yang saya yakini untuk hal-hal baik pasti ada jalannya. Allah tidak pernah tidur melihat umatnya yang berikhtiar,” tandas owner TyLux Boutique.

Dia pun mengakui pengalaman dan kemampuan para senior di WITT sudah berada jauh di atasnya. Namun, dia tak patah arang untuk meyakini dan membuktikan apa yang dianggapnya benar.

“Situasi pro kontra itu adalah hal yang wajar. Tidak hanya di organisasi, kadang hati dan pikiran kita kerap bertentangan. Di sinilah, dibutuhkan kesabaran dan pemikiran tenang dalam menyikapi masukan dan kritikan. Ketika dipercaya memimpin atau mengadakan acara, saya akan tampung semua ide dan perbaikan. Untuk hasil akhirnya, saya akan menyaring itu semua. Dari sanalah, saya melangkah dan tidak akan mundur meskipun rintangan berat sekalipun,” sambungnya. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here