Tony Wenas | Become a Man of Value

Tony Wenas

Pria bernama asli Clayton Allen Wenas bisa dibilang sukses memimpin. Sebagai salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berhasil menunjukan kinerja yang gemilang.

Di bawah komando sang Presiden Direktur, RAPP membangun pabrik baru untuk memperluas kinerja ekspor hingga 85 negara di Eropa dan Asia Pasifik. Bahkan, perusahaan anak Asia Pacific Resources International Holdings Ltd. (APRIL GROUP) ini meraih PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Mengawali tahun 2016, RAPP menerima hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER) tahun 2014-2015 berupa PROPER Biru dari KLHK melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dasarnya perbaikan kegiatan operasional perusahaan yang patuh terhadap aturan pemerintah serta ramah lingkungan.

IMG_9516bw

Perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini, punya kapasitas produksi pulp sebesar 2,8 juta ton per tahun dan paper sebesar 850 ribu ton tiap tahun. Sebanyak 75 persen produknya pun diekspor dan menjamah lebih dari 75 negara di dunia.

Menurut Tony, hingga saat ini ada 6.800 pekerja langsung dan 90 ribu tenaga kerja tak langsung yang menggantungkan hidup pada RAPP. Sementara itu, sumber bahan baku berasal dari konsesi hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan termasuk perusahaan mitra dengan luas 480 ribu hektar.

Di tahun 2016, RAPP menargetkan pembangunan pabrik kertas atau Paper Machine 3 di Palelawan yang mulai beroperasi pada September tahun ini. “Pabrik terbaru ini akan menambah kapasitas sebesar 250.000 ton per tahun, menghasilkan high grade digital paper,” terang Presiden Direktur RAPP Tony Wenas.

Tony memaparkan, penambahan pabrik ini menjadi wujud komitmen mendukung hilirisasi industri berorientasi ekspor yang meningkatkan nilai tambah di Riau maupun Indonesia. Tahun ini, perseroan berencana untuk meningkatkan ekspor hingga 85 negara dengan memperluas pasar ke Uni Eropa, meskipun fokus ekspansi pasar masih akan tetap di Asia, Pasifik, Australia dan China.

Tony Wenas juga berpendapat potensi produk kertas Indonesia sebagai pemain dunia masih perlu ditingkatkan. Dari seluas 70 juta hektar lahan hutan yang bisa dimanfaatkan sebagai produksi industri, hanya ada seluas 10 juta hektar hutan tanaman industri (HTI) dan yang baru dikelola baru seluas 3,5 juta hektar. Sisanya, seluas 6,5 juta hektar diharapkan lahan hutan tersebut bisa segera dioperasikan agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi pulp dan paper Indonesia. Giattri Fachbrilliant Putri | Fikar Azmy

 

Untuk mendapatkan artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Maret 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here