Eloknya Nagari Minang

Wisata Mandeh sangat menjanjikan untuk dijadikan tujuan investasi. Di sisi utara Kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar, yaitu Pulau Bintangor, Pagang, Ular, dan Marak yang berdampingan dengan Pulau Sikuai.

Di sepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nangka, dan lain sebagainya.

Tujuh kampung dari tiga nagari di kawasan ini termasuk ke dalam kawasan pengembangan wisata, yaitu Kampung Mudiak Air, Simpang Carocok, Pulau Karam, Sungai Nyalo, Sungai Tawar, Sungai Pinang, dan Teluk Raya.

Untuk mencapai lokasi tersebut, wisatawan dapat menggunakan pesawat udara yang mendarat di Kota Padang, lalu melanjutkan dengan perjalanan darat. Ada banyak jasa penyewaan mobil dengan tarif sekitar Rp700.000 per hari, sudah termasuk dengan bensin dan supir. Terdapat tiga alternatif dari tiga ruas jalan yang berbeda.

Alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui Simpang Carocok, dan alternatif kedua dari Bungus terus ke sungai Pinang dan sungai Nyalo.

Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok terus menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang 12,5 km. Gerbang masuk Kawasan Mandeh juga dapat dicapai melalui laut. Bila naik kapal/boat bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. Puncak Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Untuk menikmati panorama dari Puncak Mandeh, pengunjung tidak dikenakan biaya sedikit pun. Perjalanan menuju ke Puncak Mandeh cenderung berkelok – kelok serta melewati jalan yang curam dengan jurang dan badan jalan yang juga tidak terlalu lebar.

Dari sini, wisatawan dapat melihat pemandangan manis berupa kapal kecil berbaris rapi di Pantai Carocok yang menjadi pintu gerbang ke pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jika ditelusuri, pesona pariwisata Kabupaten Pesisir Selatan bukan hanya Mandeh, masih banyak pesona wisata yang juga memiliki daya tarik bagi wisatawan.

 

Jembatan Akar Sungai Batang Bayang

Titian Akar, jembatan kayu yang terhubung dari dua pohon besar ini tumbuh berseberangan dan membentang di atas sungai Batang Bayang. Jembatan ini sudah berdiri kokoh sejak ratusan tahun yang lalu dan sudah menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Mandeh. Bentuknya sederhana, jembatan akar ini terdiri dari akar yang mengikat kayu penghubung dengan panjang 30 meter, lebar 1 meter dan tinggi 8 meter.

Objek wisata Jembatan Akar ini terletak 88 km di bagian selatan kota Padang, tepatnya di Kenagarian Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh dengan angkutan umum, travel, motor, mobil sewaan atau milik pribadi.

Dari atas jembatan, dapat terlihat ikan-ikan (pareh) berbagai ukuran berenang kian kemari. Namun wisatawan tidak diperbolehkan menangkapnya dalam bentuk apapun, sebab ikan tersebut ‘keramat’ atau telah disumpah (uduh) oleh masyarakat setempat dan hanya dapat diambil atau dipanen pada waktu-waktu tertentu.

Konon, jembatan ini dibuat oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan bergelar Angku Ketek, untuk menghubungkan dua kampung yang dipisah oleh sungai Batang Bayang. Jembatan dibangun tahun 1890, tetapi baru dapat digunakan masyarakat setempat pada 1916. Naskah: Kementerian Pariwisata RI | Foto: Istimewa

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Maret 2018

 

Untuk membaca artikel selengkapnya dapatkan Women’s Obsession edisi Maret 2018

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here