Tri Rismaharini | Wali Kota Surabaya

Tegas dalam memimpin, Tri Rismaharini dinobatkan menjadi wali kota terbaik ketiga se-jagad oleh World Mayor Prize (WMP) pada 2016. Keterpilihannya selama dua periode berturut-turut juga bukti kepuasan masyarakat Surabaya kepada kerja nyata bupati perempuan pertamanya.

 

Banyak faktor yang membuat figur Tri Rismaharini dikagumi antara lain sukses mempromosikan kebijakan sosial ekonomi dan lingkungan di kota terbesar kedua di Indonesia ini. Kebijakannya menata taman-taman di Surabaya sangat diapresiasi oleh World Mayor Prize (WMP). Sebagai contoh adalah Taman Bungkul yang awalnya tak layak disebut taman berhasil disulap menjadi taman yang indah, sekaligus tempat rekreasi gratis untuk warga Surabaya.

Taman tersebut juga telah diakui sebagai taman terbesar se-Asia Tenggara. Risma juga mengembalikan fungsi awal taman–taman yang tak terurus. Sudah sepantasnya, Surabaya menjadi kota terbersih se-Indonesia menyabet gelar Piala Adipura tiga kali berturut-turut dari tahun (2011, 2012 & 2013).

Perempuan kelahiran 20 November 1961 ini juga mempunyai andil besar dalam pembangunan pedestrian berkonsep modern bagi pejalan kaki di sepanjang jalan Basuki Rahmat hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman.

Keistimewaan lain dari komandonya adalah konsistensi menjalankan roda pemerintahan dengan sistem online. “Kami menyusun anggaran dan pengelolaan pengendalian keuangan, semuanya menggunakan sistem elektronik, karena bisa menghemat anggaran hingga ratusan miliar dan mencegah tindakan kecurangan. Sebagai contoh untuk proses perizinan di bidang kesehatan, pendidikan, perkantoran, dan lain sebagainya, kita gunakan sistem online. Untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB), rapot online, di dunia pendidikan kita mampu menghemat Rp3 miliar tiap tahunnya,” ujar Risma di suatu wawancara.

Di bidang pendidikan, jumlah siswa berprestasi terus mengalami peningkatan. Jika tahun 2010, jumlah siswa yang berprestasi sekitar 300 anak, pada 2016 mencapai 5.000 anak. Salah satu upayanya, pemerintah kota telah membangun sedikitnya 1.000 perpustakaan di sejumlah kawasan kota.

Salah satu obsesi Risma di bidang pendidikan adalah membangun kampus Google pertama di Asia Tenggara berlokasi di Surabaya. Risma menyampaikan gagasan tersebut saat menjadi pembicara Startup Nation Summit 2017 di Johannesburg, Afrika Selatan pada Maret 2017. Konferensi internasional tersebut dihadiri oleh CEO dari berbagai perusahaan berbasis internet seperti Facebook, Instagram, dan Google.

Di bawah kepemimpinan ibu dua anak ini, Surabaya juga berhasil mendorong masyarakat untuk menghasilkan produk dari tanaman bakau, misalnya bakau batik, sirup, dan produk makanan bakau lainnya.

Daya tarik lokal tersebut turut mempengaruhi jumlah wisatawan. Akhir 2016, Surabaya berhasil meraih terbaik kedua Indeks Pariwisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. Penilaian tersebut menjabarkan travel and tourism competitive index Surabaya mendapat skor 3,74 setelah kota Denpasar Bali memperoleh penilaian 4,12. Silvy Riana Putri | Istimewa

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here