Wenty Amrullah | Setia di Dunia Perhotelan

Lumire Hotel and Convention Center

 

Meskipun sudah berganti tujuh general manager, karena lingkungan kerja yang nyaman membuat Wenty enggan untuk berpindah kerja ke hotel lain.

Di awal kariernya, perempuan bernama lengkap Wenty Amirullah sempat berprofesi sebagai seorang sekretaris di perusahaan mechanical engineering yang salah satu kliennya adalah Citraland Hotel—sekarang bernama Hotel Ciputra Jakarta.

Nasib kemudian membawanya pindah menjadi sekretaris di hotel tersebut, sambil  mengambil kursus public relations  dan dia kemudian tertarik masuk bergabung ke departemen public relations. Karena senang di dunia penjualan, Wenty lalu tertantang mengambil jabatan assistant sales manager hingga senior sales manager di The Acacia Hotel Jakarta.

“Hingga akhirnya sampai sekarang saya setia ‘berlabuh’ di Lumire Hotel & Convention Center Jakarta yang dulu adalah Aston Atrium Senen Hotel & Convention Center. Dari posisi assistant director, saya pun dipercaya memegang tanggung jawab sebagai director sales & marketing dan tak terasa sudah 17 tahun berkarier di sini,” ujar perempuan lulusan Universitas Andalas ini memaparkan perjalanan karier pekerjaannya.

 

CINTA DUNIA SALES

Meskipun sudah berganti tujuh general manager, karena lingkungan kerja yang nyaman membuat Wenty enggan untuk berpindah kerja ke hotel lain. Ketika kontrak dengan Aston International di tahun 2010 berakhir, dia bersama timnya diminta untuk membangun brand sendiri dengan nama Lumire Hotel & Convention Center.

“Kami pun merasa optimis dan berusaha keras bisa menjalankan hotel ini dengan sebaik-baiknya. Untungnya, target market hotel kami dominan untuk masyarakat di Tanah Air, bukan wisatawan asing dan lebih berkonsentrasi di hotel bisnis.  Namun, dengan berjalannya waktu, kini tantangannya berbeda dibandingkan dulu, yaitu saingan hotel sejenis semakin marak dengan harga yang kompetitif,” paparnya dengan raut serius.

Agar hotelnya tetap bisa eksis dan meraih profit, dia pun harus mempersiapkan tim penjualan yang handal, gesit, dan memiliki strategi berbeda. Dia mengaku tidak mudah mencari tenaga sales yang dia harapkan di zaman sekarang. Apalagi situasi sekarang ini kejayaan dunia hotel  sudah menurun.

Banyak sektor industri tengah mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi budget hotel untuk meeting. Apalagi, tahun 2015 sempat ada instruksi presiden yang melarang PNS melakukan aktivitas meeting atau acara pertemuan di hotel. Meskipun sudah dicabut peraturan tersebut, menurut Wenty, dampaknya masih terasa sampai sekarang.

Dia berpendapat, “Tapi, kami tidak boleh pesimis, harus tetap optimis dan bersemangat. Itulah sebabnya strategi yang diterapkan agar tetap ada tamu adalah memakai sistem cross selling, ada timing-nya kapan harus menerapkan harga murah atau mahal. Perubahan perilaku orang juga kami ikuti yang sekarang arahnya lari ke dunia digital dan ini sangat membantu kegiatan penjualan kami.” Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2017

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here