Women’s Behaviour

 

 

Perempuan memiliki tendensi ingin menyenangkan hati orang terdekatnya, sehingga terkadang lupa dengan kebutuhan pribadinya di masa depan.

 

Menurut data dari Markplus 2014, consumer spending terbesar didominasi oleh perempuan dengan komposisi 64% untuk kebutuhan sehari-hari, baik itu kebutuhan rumah tangga maupun pribadi, kurang dari 10% untuk tabungan dan investasi dan sisanya untuk gaya hidup. Mengapa perempuan mendominasi dalam hal pengeluaran? Apakah benar, jika ada yang mengatakan perempuan paling tidak bisa menahan godaan untuk berbelanja? Mari kita telusuri lagi pengeluaran yang biasanya dilakukan oleh kaum Hawa dan alasan di baliknya.

 

Berdasarkan sejumlah survei yang dilakukan mengenai perilaku perempuan berbelanja, salah satu penyebab utama pengeluaran menjadi besar adalah karena perempuan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang yang dekat dengannya. Tanyakan kepada diri Anda, seberapa sering ketika berbelanja berpikir bahwa barang yang dilihat bagus akan berguna atau dibutuhkan oleh anak, pasangan, orang tua atau teman terdekat? Perempuan memiliki tendensi ingin menyenangkan hati orang terdekatnya, sehingga terkadang lupa dengan kebutuhan pribadinya di masa depan. Ini juga tidak terlepas dari peranan perempuan yang memiliki naluri sebagai seorang care-givers. Mereka tidak akan ragu untuk mengeluarkan uang berapapun, terutama demi kebutuhan anak dan orang tua.

Penyebab pengeluaran terbesar kedua adalah pengeluaran yang bersifat pribadi. Setiap perempuan pasti memiliki satu pengeluaran yang disesuaikan dengan kesenangannya. Ada yang tidak ragu spending untuk berbelanja pakaian, makeup, kumpul atau makan di luar bersama teman, atau hobi travelling beberapa kali dalam satu tahun. Setiap perempuan harus sadar akan faktor pengeluaran terbesarnya, sehingga dapat mencari cara mengendalikannya sesuai budget.

 

Pengeluaran kebutuhan perempuan untuk bersosialisasi atau fit in dengan lingkungan ataupun komunitasnya turut menentukan. Jika Anda berada di lingkungan teman-teman yang selalu update soal fashion and beauty terbaru, maka arah spending di pos tersebut akan besar. Jika berada di lingkungan para orang tua murid yang saling sharing tempat gym, les untuk anak atau apapun jenis pengeluaran anak lainnya, maka bisa jadi spending terbesar ada di pos tersebut. Perempuan juga lebih mudah melakukan spending berdasarkan hasil review pada suatu produk atau jasa dari orang-orang terdekatnya.

 

Lalu, seperti apa cara mengakali kemurahan hati kita saat berbelanja? Temukan tips menariknya di Women’s Obsession Edisi September 2017

 

 

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita, BA (Hons), RFA, CFP

Perempuan lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini adalah Vice CEO dan senior konsultan keuangan independen Jouska Financial, perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis. Farah memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini. Dia juga mempunyai blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www.fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku berjudul FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies & Finchickup 2.

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here