Perpustakaan Tertua Di Dunia

Menyimpan berbagai karya, naskah maupun buku penting dan bersejarah, perpustakaan selalu menjadi lokasi yang dituju masyarakat untuk mendapatkan beragam literatur demi kepentingan riset maupun ilmu pengetahuan. Dari jutaan perpustakaan di seluruh dunia, di antaranya terdapat sejumlah perpustakaan tua yang tetap berkibar hingga saat ini, sebagai salah bukti sejarah peradaban manusia. Bukan itu saja, eksistensi perpustakaan tersebut juga menjadi kabar gembira dan penyemangat bagi kita semua untuk terus meningkatkan literasi bacaan. Berikut sekilas cerita perpustakaan tertua di dunia.

Perpustakaan Al Qarawiyyin
Tidak hanya menjadi perpustakaan tertua, Al Qarawiyyin yang dibangun pada tahun 859 juga merupakan perpustakaan Islam pertama di dunia. Terdapat ruangan khusus dengan pengamanan ketat, perpustakaan ini menyimpan sekitar 4000 manuskrip kuno. Di antara sekian kitab klasik dan dokumen bersejarah, di sana juga tersimpan salah satu Al Qur’an tertua dari abad kesembilan yang ditulis dalam kaligrafi Kufi dan kitab sirah terlawas yang bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Keunikan penjagaan di perpustakaan ini adalah empat kunci harus dibuka bersamaan, jika ingin masuk ke ruang manuskrip tersebut. Didirikan oleh Fatima al-Fihri, perpustakaan baru dibuka untuk umum pada tahun 2016 silam. Di tahun yang sama, pengurus juga melakukan digitalisasi terhadap manuskrip-manuskrip kuno tersebut.

Bayericsche Staatsbibliothek
Menjadi perpustakaan terbesar kedua di Jerman yang didirikan pada tahun 1558, Bayericsche Staatsbibliothek juga berfungsi sebagai perpustakaan nasional yang melayani digitalisasi semua naskah sebelum tahun 1700-an. Beberapa koleksi langka terdapat d sini antara lain 8,3 juta buku yang terdiri dari 88.600 naskah, 38.000 eksemplar non-buku materi, 40.000 judul serial, 20.000 incunabula, dan bahan cetakan lainnya. Banyaknya dokumen penting dan bukti sejarah membuat pemerintah setempat mengeluarkan dana mencapai €20 juta untuk proses digitalisasi naskah-naskah tua.

Perpustakaan Royal Grammar School
Dibangun pada akhir abad ke-16 atau tepatnya tahun 1575, perpustakaan Royal Grammar School menyimpan koleksi buku kuno yang beragam. Usia buku paling tua di perpustakaan ini adalah cetakan Venesia tahun 1480. Istimewanya lagi, juga tersimpan buku berbahasa Inggris yang dicetak sekitar tahun 1500-an dari imprint Wynkyn de Worde. Selain itu, ada pula koleksi buku teologi Kristen yang diterbitkan pada 1897. Seluruh buku ini bisa diakses terbatas, untuk alasan pengetahuan dan riset. Kondisi buku-buku yang ada masih sama seperti pertama dicetak. Tidak hanya memiliki literatur sejarah, rak buku di perpustakaan ini sudah eksis sejak 1897. Untuk pengamanan koleksi, perpustakaan masih menerapkan rantai dan gembok untuk deretan perbendaharaan buku di sana.

Library of Congress
Thomas Jefferson mengatakan bahwa warga yang berpengetahuan adalah jantung dari demokrasi yang dinamis. Library of Congress yang terletak di Washington merupakan hasil gagasannya. Berdiri sejak 24 April 1800, koleksinya sebanyak 164 juta item termasuk di dalamnya 70 juta manuskrip, 38 juta buku ,14,9 juta koleksi cetak, hingga koleksi langka. Didatangi 1,9 juta pengunjung, 110 juta kunjungan online, dan 3105 orang karyawan.

Perpustakaan Nasional Republik Czek
Berdiri sejak tahun 1366, Perpustakaan Nasional Republik Czek juga salah satu perpustakaan terbesar di dunia. Melayani lebih dari satu juta pembaca setiap tahun dan lebih dari satu juta buku yang tersimpan di dalamnya. Pembangunan perpustakaan ini berkaitan erat dengan berdirinya Universitas Praha pada 1348. Hingga saat ini, perpustakaan menerima dukungan besar dari kancah internasional. Termasuk dukungan UNESCO, karena menjunjung tinggi misi asli dari perpustakaan nasional untuk melayani masyarakat dan sebagai arsip dokumen, termasuk file digital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here