Zuchex Housewares & Gift Fair 2014

Dengan populasi penduduk mencapai 251 jiwa, semakin menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan yang menarik berbagai industri, tak terkecuali industri peralatan rumah tangga (houseware).

Meningkatnya kepemilikan rumah di Indonesia dan menguatnya belanja konsumen, memberikan kesempatan yang sangat baik untuk industri perlengkapan rumah tangga untuk berkembang pesat di Indonesia.

Peningkatan jumlah kelas menengah serta tradisi masyarakat Indonesia yang senang menjamu, berkumpul dan mengadakan acara di rumah, membuka peluang besar untuk bertumbuhnya industri ini.

Ditambah lagi dengan menjamurnya pertumbuhan bisnis restoran, hotel butik, serta industri hospitality lainnya di kota-kota besar.

Sebagai bagian untuk mendukung  pertumbuhan industri houseware di tanah air, pameran Zuchex Housewares & Gift Fair 2014 hadir di Indonesia.

Zuchex Indonesia 2014 dimaksudkan sebagai sebuah pameran business to business yang akan menjadi one stop shopping place dari produk houseware dengan brand populer dunia di bawah satu atap, hal ini tentu memudahkan bagi para penggerak di industri yang membutuhkan update terkini dari industri peralatan rumah tangga dunia.

Pada tahun ini, tanggal 13 – 15 November 2014 untuk pertama kalinya PT Dyandra Tarsus International dan Life Media akan menghadirkan Zuchex Indonesia International Housewares & Gift Fair (Zuchex) 2014 di Indonesia yang akan berlangsung di Hall B, Jakarta Convention Center.

wo2Sentuhan Etnik
Salah satu inovasi terkini adalah dengan memadukan sentuhan entik dalam produk perlengkapan rumah tangga, dan mengemasnya dengan teknologi modern.

Tren penjualan produk houseware saat ini tidak hanya mengedepankan fungsinya saja, namun juga memperhatikan unsur estetikanya. Konsumen kini memiliki pilihan yang semakin beragam dalam mencari perlengkapan rumah tangga, dari tipe seperti modern, minimalis, vintage, country, natural, etnik, dan sebagainya.

Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan budaya, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan lebih dari 200 etnik grup. Beragamnya inspirasi yang dimiliki Indonesia, kian mendorong para desainer untuk memasukkan sentuhan etnis Indonesia ke dalam rancangannya.

Pada awalnya penggunaan corak motif batik ataupun kain tradisional lainnya hanya diaplikasikan para desainer pada rancangan mode, namun saat ini desainer Indonesia mulai merambah ke dunia houseware.

Beberapa desainer senior yang telah lama wara wiri di dunia fashion Indonesia, telah berkolaborasi dengan produsen housewares untuk menciptakan koleksi perlengkapan rumah tangga.

Ghea Panggabean, desainer kenamaan Indonesia, merupakan salah satu desainer yang memilih corak etnik Indonesia dalam setiap rancangannya. Hal ini didorong oleh keinginan untuk menciptakan koleksi rancangan yang tidak lekang oleh masa, Ghea menuangkan inspirasinya pada tableware set dengan berkolaborasi dengan beberapa produsen houseware.

”Ketika saya mendesain tableware, saya ingin menciptakan rancangan klasik, sebuah timeless item,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu beberapa tahun Ghea telah menciptakan 3 rancangan tableware yang mengangkat budaya kain asli Indonesia dan menterjemahkannya dalam bentuk modern.

Adalah kain Jumputan, kain yang berasal dari Palembang dan dibuat dengan teknik tritik dan celup ini menjadi inspirasi pertama Ghea. Budaya Peranakan yang kaya warna-warni menjadi inspirasi tableware Ghea yang ke-2, dan yang terbaru, Ghea mengangkat Songket Palembang dalam rancangan tableware yang dibuat secara terbatas.

“Bagi saya, dengan menuangkan kain asli warisan budaya Indonesia, saya ingin membangun kecintaan akan warisan budaya asli Indonesia,” tutur Ghea yang selama 30 tahun konsisten mengangkat kecintaannya dalam bahasa fashion.

Awalnya perlengkapan rumah tangga bernuansa etnis itu kebanyakan polos ditambah dengan sedikit motif. Namun sesuai dengan perkembangan zaman dan kreativitas para desainer, modifikasi kian pesat dan beragam, sehingga banyak dipadu padan dengan berbagai jenis bahan dan warna pada peralatan rumah tangga.

Ghea mengungkapkan kebanggaannya dengan semakin maraknya pengaplikasian budaya asli Indonesia dalam perlengkapan rumah tangga seperti kursi, meja, lemari, tirai, peralatan makan, dan lain sebagainya.

Menurutnya, setiap produk yang berbau etnik tidak akan tua dan ketinggalan zaman, houseware dengan sentuhan etnis menurutnya akan selalu menarik bahkan di tahun-tahun ke depan.

Rancangan tableware terbaru Ghea Panggabean, “Songket Palembang Collections” yang ditata dalam tablescape klasik dapat ditemui di Ground Floor Lotte Shopping Mall Avenue sejak awal September 2014.

Di mana aktivitas pre-event Table Scaping Competition ini dalam rangka menyambut pameran Zuchex Indonesia 2014.

“Secara sederhana, table scaping adalah menciptakan landscape di meja makan, layaknya membuat kontur di taman, dan membuatnya menjadi cantik.” ujar James De Rave, penggagas Table Scaping Competition di pameran Zuchex Housewares & Gift Fair Indonesia 2014 kali ini.

“Di Eropa orang membuat tatanan meja secantik mungkin sambil menikmati makanan.” ujar Ghea Panggabean. Dengan adanya preview karya table setting dari Ghea Panggabean diharapkan dapat memberikan inspirasi dan gambaran akan Table Scaping Competition yang ada di Zuchex Indonesia 2014.

Pameran Houseware Business to Business Pertama di Indonesia
Zuchex Indonesia 2014 dimaksudkan sebagai sebuah pameran business to business yang akan menjadi one stop shopping place dari produk houseware dengan brand populer dunia di bawah satu atap.

Hal ini tentu memudahkan bagi para penggerak di industri yang membutuhkan update terkini dari industri peralatan rumah tangga dunia.

Ghea selaku desainer yang bergerak di industri tableware pun menyambut positif perhelatan Zuchex Housewares & Gift Fair Indonesia 2014. Menurutnya dengan hadirnya pameran houseware, publik baik lokal maupun internasional akan semakin sadar akan kekayaan warisan budaya Indonesia.

Budaya yang tertuang dalam berbagai produk houseware akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.

James Edward De Rave, brand ambassador dari Sango Ceramic Indonesia yang adalah salah satu peserta Zuchex Housewares & Gift Fair Indonesia 2014 memiliki pendapat sendiri mengenai kehadiran pameran yang berasal dari Turki ini, menurutnya ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pameran Zuchex Housewares & Gift Fair Indonesia 2014.

“Lewat ajang ini, kita akan bertemu dengan orang-orang kreatif, yang sebelumnya sulit untuk ditemui. Zuchex dapat menjadi wadah untuk bertemu,” ujarnya.

Apa yang disampaikan pria yang telah bergelut dalam industri housewares Indonesia selama lebih dari 30 tahun sejalan dengan komitmen dari para organizer-nya, yakni PT Dyandra Tarsus International dan Life Media, bahwa pameran ini akan memfokuskan diri dalam memberikan pengalaman networking bagi para exhibitors, buyers, serta mendukung industri houseware.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here