Things You Should Know About : Mitos dan Fakta Seputar Metabolisme

Metabolisme adalah proses yang dilakukan tubuh untuk mendapatkan energi. Meningkatkan metabolisme berarti meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh. Jika metabolisme tubuh baik, maka kita akan lebih fit, berenergi, dan berat badan terkontrol. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani yang artinya perubahan atau transformasi.

Hal ini terkait dengan berbagai proses kimia dalam tubuh mengubah makanan dan zat lain menjadi energi atau produk metabolik lainnya yang digunakan oleh tubuh. Apakah Anda salah satu orang yang percaya kalau seseorang yang gemuk disebabkan karena metabolismenya yang lambat? Berbagai pendapat beredar tentang metabolisme, manakah yang sebaiknya perlu kita ketahui?

Metabolisme melemah di usia 40 tahun

Fakta. Banyak orang mengatakan kecepatan metabolisme tubuh akan berkurang mulai pada usia 40 tahun. Ketika menginjak usia tersebut, otot mulai melemah. Padahal, kekuatan otot akan membakar lebih banyak kalori dibandingkan lemak. Namun, berita baiknya, kita dapat mengakali hal ini dengan cara berolahraga rutin.

Kita tidak bisa mengontrol kinerja metabolisme

Mitos. Ketika berat badan berlebih, metabolisme yang kurang baik seringkali dituduh sebagai penyebabnya. Namun, sebenarnya individu memiliki kontrol lebih atas metabolisme dari yang diperkirakan. Komposisi tubuh memiliki pengaruh besar pada seberapa cepat tubuh seseorang membakar kalori. Salah satu cara mudah untuk meningkatkan metabolisme adalah membangun otot melalui angkat beban.

Di samping memodifikasi latihan rutin, ada beberapa cara lain untuk memastikan pembakaran kalori pada tingkat yang lebih tinggi. Semakin banyak otot yang kita miliki, semakin banyak kalori yang dibakar. Bahkan, jaringan lemak tubuh, termasuk pada organ dan otot, rata-rata membakar 28 kalori per kilogram sehari.

Makanan dikonsumsi larut malam berubah menjadi lemak

Mitos. Hindari makan larut malam adalah salah satu saran yang banyak ditemukan. Tubuh kita dianggap memiliki pengaturan jam internal untuk menyimpan makanan apapun yang masuk setelah pukul 8 malam sebagai lemak. Sebenarnya banyak aspek yang mempengaruhi, seperti hormon, kualitas makanan, nutrisi makanan dan pengaruh pengeluaran energi yang disimpan tubuh.

Sayangnya, menahan diri dari makan larut malam tidak cukup untuk mencegah penyimpanan lemak. Alih-alih waktu konsumsi, perhatian sebaiknya fokus pada porsi makanan. Bahkan, makan larut malam tidak lebih buruk daripada makan di jam lain selama berupa makanan sehat. Asalkan menunya termasuk makanan berkualitas tinggi dan tidak mengandung banyak kalori, maka tidak akan ada perbedaan signifikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here