Chandra: Tak Sekadar Cangkir

“Barang yang saya cintai ini akan selalu bersama saya hingga akhir hayat, meskipun berakhir dalam bentuk serpihan.”

Jika perempuan lain lebih menyukai mengoleksi benda fashion, seni, atau mobil mewah, lain halnya dengan Putu Diah Chandra Dewi. Notaris cantik yang akrab disapa dengan nama Chandra ini lebih jatuh cinta pada benda bernama cangkir.

‘Persahabatannya’ bersama cangkir sudah begitu mendalam. Ritual kehidupannya sehari-harinya selalu ditemani dan disemangati benda tersebut. Bahkan, saat tekanan pekerjaan melanda dirinya, cangkirlah yang menjadi sarana relaksasi dirinya melepas stres.

“Saya termasuk kolektor agak ekstrim selalu membawa cangkir ke mana-mana. Setiap hari saya selalu menenteng cangkir berbeda ke kantor, walaupun di sana sudah ada banyak cangkir lainnya.

Setiap sore saya menikmati teh atau kopi berikut temannya, yaitu kue atau snack di kantor,” ujar perempuan yang memiliki kantor notaris di Kerobokan, Kuta, Bali ini.

DSC_2359

PENAWAR STRES
Mungkin orang banyak yang tidak tahu atau mengerti akan kenikmatan minum teh atau kopi dalam wadah cangkir yang indah. Apalagi, jika kue atau cake yang disajikan bernuansa senada dengan cangkir dan busananya, misalnya dari sisi warna atau motif.

Seraya tersenyum dia berkata, “Hari-hari saya pun akan bergairah, meskipun saat itu ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan permasalahannya masing-masing. Ritual minum teh atau kopi menjadi penawar stres saya sehari-hari.”

Bila ada tamu dan diberikan minuman, cangkirnya memang selalu berbeda. “Pernah suatu hari ada yang protes menanyakan mengapa cangkir saya lebih cantik. Saya jawab saja, karena senada dengan busana saya,” ujar Chandra seraya tertawa.

Misalnya, bajunya berwarna red velvet atau motif polkadot, cangkir, cake, dan wadahnya pun berwarna atau bermotif senada.

Dia selalu mempergunakan semua cangkirnya dari pagi hingga malam, jadi tidak hanya sebagai pajangan saja. Kadang dia juga membawa cangkirnya piknik di pantai untuk mengisi waktu senggang di weekend.

Kecuali, saat liburan ke luar negeri baru dia tidak membawanya, karena biasanya Chandra akan mencari tempat minum teh yang ada cangkir cantiknya atau membawa pulang cangkir baru.

DSC_2220

KEPUASAN TERSENDIRI
Ketika ditanya sejak kapan dan mengapa dia tertarik mengoleksi cangkir? Dia menjawab, “Ibu saya mempunyai lemari yang berisi perlengkapan homeware, salah satunya cangkir.

Saya sering memandangi lemari tersebut dan setelah diperhatikan ternyata setiap cangkir mempunyai keunikan dan keindahan masing-masing.

Proses pembuatan cangkir itu sendiri sangat menarik dan sulit, seperti halnya kehidupan kita yang tidak mudah dijalani. Sampai pada akhirnya terwujud sebuah bentuk yang mengesankan.”

Itulah sebabnya, saat Chandra berhasil mendapatkan cangkir yang diimpikannya, dia merasakan kepuasan tersendiri yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.

Chandra mengumpulkannya satu per satu dan tak terasa kini jumlahnya sudah banyak sekali. Beragam brand terkenal seperti Royal Doulton, Royal Albert, Paragon, dan lainnya dia koleksi.

Semua cangkir tersebut dipilih dengan sepenuh hati. Warna, motif, maupun bentuknya sangat dia perhatikan.

“Saya mendapatkan cangkir-cangkir tersebut dari berbagai sumber di online shop maupun social media dan lelang di luar negeri. Saya memburu yang ada sejarahnya, misalnya dulu pernah dipakai oleh ratu dari kerajaan-kerajaan di Eropa.

Paling disenangi adalah motif special rose, ada glitter emas di handle cangkirnya, bentuknya indah, unik, dan lainnya,” tambah Chandra.

Cara terbaik untuk mendapatkan cangkir yang bagus adalah dengan meminta seller mengirim gambar detailnya terlebih dahulu sebelum membeli.

Tapi, khusus koleksi vintage yang sudah berusia lama sekali, kita harus memaklumi kondisinya pasti tidak akan sempurna.

Biasanya yang diburu kolektor adalah jenis vintage dan ada marking dari item tertentu yang memang terkenal wajib harus dimiliki oleh seorang kolektor.

Harganya juga bisa naik atau turun tergantung kondisi setiap cangkir, tapi harga standar tetaplah ada. Chandra optimis cangkir juga bisa dijadikan benda investasi yang potensial ke depannya, karena setiap rumah tangga pasti memiliki benda tersebut. Harga cangkir miliknya berkisar dari Rp200.000 hingga Rp10.000.000. Elly Simanjuntak | Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2015

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here