Perjalanan Kasih Tak Sampai Amir Hamzah

Kembali menampilkan pertunjukan seni teater, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pertunjukan bertajuk “Nyanyi Sunyi Revolusi”.

Kisah ini diangkat dari perjalanan hidup penyair besar Tanah Air, Amir Hamzah. Pementasan kali ini mengisahkan tentang perjalanan cinta Amir Hamzah. Tidak hanya dengan wanita, tapi juga kecintaannya pada negara.

Amir merupakan salah satu anggota keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan yang semasa zaman Hindia Belanda berlokasi di Sumatera Timur. Namanya dikenal sebagai seorang penyair. Kumpulan puisinya seperti Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu membawa namanya masuk dalam daftar penting kesusastraan indonesia. Selain itu, Amir juga dikenal sebagai salah seorang Pahlawan Nasional.

Baca juga:

Tengok Kisah dalam Seni Patung

Ekspresi Keseharian dalam Lukisan

Semasa hidupnya, Amir sempat menempuh pendidikan di Solo. Saat itu, dia menjalin kisah cinta dengan seorang wanita berdarah Jawa, Ilik Sundari. Saat tengah menjalin kisah asmaranya, dia kehilangan ibunya, disusul ayahnya setahun kemudian.

Kehilangan kedua orangtuanya, biaya pendidikannya kemudian ditanggung kerabatnya yang merupakan raja Kesultanan Langkat, Sultan Mahmud. Sang paman sejak awal tidak menyukai kegiatannya dalam pergerakan. Apapun yang dilakukan dalam bidang tersebut dianggap membahayakan kesultanan.

Untuk menghentikan kegiatannya tersebut, dia kemudian meminta Amir untuk pulang ke Langkat dan dinikahkan dengan putrinya, Tengku Puteri Kamaliah. Amir sebenarnya bisa menolak, namun dia merasa sangat berhutang budi dengan sang paman.

Dengan berat hati, dia dan Ilik terpaksa menyerah. Merelakan kisah cintanya meski sebenarnya keduanya masih memiliki cinta yang amat besar. Amir dan Puteri dinikahkan untuk kepentingan politik. Keduanya terpaksa menikah meski tau bahwa mereka sama-sama tidak saling mencintai.

Menikah dengan Puteri hingga memiliki anak tidak lantas membuat Amir bisa mencintainya. Rasa rindu dan kehilangan terhadap Ilik juga masih sama kuatnya. Sementara diam-diam Puteri pun mengetahui hal tersebut. Dia juga merasakan bagaimana kesedihan dan kerinduan kasih tak sampai yang dirasakan oleh suaminya.

Indah Kurniasih │ Foto: Edwin Budiarso

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan majalah cetak dan digital Women’s Obsession edisi Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here