Sisi Biru dan Merah Muda Seorang Picasso

Berlangsung di Musée d’Orsay, Paris pameran ‘Picasso. Blue and Rose’ menjadi salah satu event yang akan menunjukkan perjalanan sang seniman selama berkarya di dunia seni lukis. Dalam release yang dikeluarkan Musée d’Orsay, pameran yang berlangsung beberapa waktu lalu menampilkan sisi blue dan rose seorang Picasso.

Untuk pertama kalinya di Paris, kegiatan ini diselenggarakan sebagai sebuah rangkaian, bukan sebuah perjalanan yang terkotak-kotak waktu. Tujuannya untuk mengungkapkan identitas artistik awal Picasso maupun beberapa obsesi lama yang tertahan dalam karyanya.

Seperti seniman lain dari generasinya, pelukis satu ini adalah pengagum berat Van Gogh. Terlihat dalam warna-warni murni pada lukisan dari masa peralihannya beberapa bulan setelah perjalanan pertamanya ke Paris untuk melukis.

Juga pada karya ‘Self-Portrait’ dan ‘Self-portrait with top hat’ yang dilukis pada musim panas 1901, sebagai penghargaan perpisahan bagi Toulouse-Lautrec. Lukisan itu mengilustrasikan kehidupan malam dan adegan kabaret; dia menggambarkan dirinya sebagai mesias seni baru yang anggun, sombong dan provokatif sebagai penghormatan kepada Van Gogh.

‘Self-portrait with top hat’ sendiri menampilkan seorang pria dengan pakaian dan topi hitam. Di belakangnya ada tiga orang wanita mengenakan pakaian dengan beberapa bagian tubuh terbuka. Dengan rambut dan tampilan menggoda, visual ini mewakili wajah kehidupan malam yang dilewatinya.

Sementara, ‘Self-Portrait’ hanya menggambarkan seorang pria berjanggut yang memandang ke depan. Dengan pakaian hitam dan tatanan rambut rapi, latar belakangnya hanya dihiasi warna biru tua yang tampak begitu misterius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here