Tengok Kisah dalam Seni Patung

Pameran seni bertajuk ‘Giacometti: From Tradition to Avant-garde’ ini menampilkan sekitar 50 patung karya seniman asal Swiss, Alberto Giacometti, bekerja sama dengan Fondation Giacometti, Paris. Acara ini berlangsung belum lama silam di Musée Maillol, Paris.

Seluruh karya yang ditampilkan merupakan koleksi Fondation Giacometti dan sekitar 25 karya seniman besar lainnya, seperti Rodin, Bourdelle, Maillol, Despiau, Brancusi, Laurens, Lipchitz, Zadkine, Csaky, dan Richier. Berkolaborasi dengan banyak seniman, pameran ini menyoroti hubungan Giacometti dengan para seniman pada setiap tahap pengembangan gaya seninya.

Ketika Robot Menyajikan MakananSalah satunya daya tarik abstraksi dan surealisme dari perupa Brancusi dan Laurens yang disorot melalui perbandingan yang menarik. Pameran ini juga berfokus pada kembalinya artis ke karya figuratif berdasarkan studi model dan mengeksplorasi roh dan gaya dewasanya. Ada banyak pula perbandingan tematik dengan Rodin, Bourdelle, dan Maillol lewat motif patung kepala, dasar-dasar karya, dan inspirasi dari zaman ke zaman.

Tema-tema utama yang ditampilkan memang terbilang sangat beragam. Di antaranya tema pascaperang yang dieksplorasi melalui patung-patung sekelompok tokoh penting, beberapa wanita sedang berdiri dan para pria tengah berjalan. Mulai dari asal-usul surealisme seperti ‘Walking Woman (1932)’ hingga karya ikonik dekade lima puluhan dan enam puluhan, seperti ‘La Clairière (1950)’, ‘Women of Venice III (1956)’, serta ‘Walking Man II (1960)’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here