Things You Should Know About: Saraf Kejepit

Pinched nerve/Herniated Nucleus Pulposus/ HNP atau yang lebih dikenal dengan saraf kejepit mungkin terdengar familiar di telinga. Namun, masih banyak orang yang belum mengerti benar bagaimana gejala dan penanganannya. Berikut beberapa gejala, penanganan, dan fakta tentang saraf kejepit.

  • Timbulnya saraf kejepit biasanya diawali dengan adanya sinyal dari tubuh berupa rasa nyeri seperti terbakar yang menjalar.
  • Sering mengalami kesemutan di bagian tubuh yang sama juga mengindikasikan adanya saraf kejepit.
  • Gejalanya mati rasa, kebas, atau penurunan sensasi untuk ‘merasa’ di daerah yang banyak terdapat saraf.
  • Saraf paling rapuh dalam tubuh adalah saraf yang ditempatkan pada jaringan sempit pada anggota tubuh, tetapi jaringan lunak untuk melindungi saraf tersebut cenderung sedikit.
  • Kasus saraf kejepit paling banyak biasanya dirasakan pada punggung.
  • Leher dan lengan juga menjadi bagian tubuh yang memiliki potensi besar mengalami saraf kejepit.
  • Bagian tubuh yang merasakan nyeri saat leher mengalami saraf kejepit adalah adanya nyeri saat leher bergerak, nyeri yang tajam dan menusuk di sekitar tulang belikat, menjalar ke lengan atas, lengan bawah, maupun jari-jari tangan, sepanjang bahu, siku, lengan, ataupun jari-jari dapat terasa kesemutan dan kebas.
  • Collar neck menjadi salah satu pilihan untuk penanganan saraf kejepit di bagian leher.
  • Salah satu risiko yang akan terjadi jika saraf kejepit dibiarkan adalah jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf akan mengalami pecah.
  • Untuk kasus ringan, obat yang umumnya digunakan adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen untuk mengurangi pembengkakan. Kortikosteroid oral juga bisa diberikan untuk mengurangi rasa nyeri maupun bengkak.
  • Sementara, pada kasus saraf kejepit yang sudah parah, beberapa langkah pemotongan mungkin dilakukan, seperti pemotongan pada jaringan parut, material cakram, dan bagian tulang.
  • Penanganan saraf kejepit juga bisa dibantu dengan berolahraga. Dianjurkan olahraga yang melatih otot punggung maupun otot inti, seperti renang.
  • Jika renang dianjurkan untuk penderita saraf kejepit, maka olahraga yang harus dihindari adalah angkat beban dan golf. Putaran mendadak saat tangan mengayun stik golf dapat memperburuk kondisi saraf kejepit.
  • Menurut dokter spesialis bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS, tidak semua orang yang mengangkat benda berat itu akan mengalami saraf kejepit atau HNP. Tetapi orang yang mengangkat benda berat risikonya lebih besar daripada yang tidak.
  • Dalam beberapa penelitian, mereka yang kerap mengendarai sepeda motor berisiko lebih besar terkena HNP, yakni mencapai 2,7 kali lipat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here