Things You Should Know About : Sedotan Plastik

Dewasa ini, kampanye diet plastik sudah marak dicanangkan. Tidak hanya oleh organisasi, pemerintah daerah di Indonesia juga sudah mengeluarkan larangan penggunaan plastik di pusat perbelanjaan. Bogor salah satunya. Pemerintah kota setempat resmi memberlakukan peraturan pelarangan penyediaan kantong plastik di ritel modern dan pusat perbelanjaan sejak 1 Desember 2018.

Bahaya penggunaan plastik bagi lingkungan memang tidak main-main. Sayangnya selain kantong plastik, sedotan plastik juga masih banyak digunakan hampir di seluruh dunia.

Baru-baru ini kampanye untuk tidak menggunakan sedotan plastik juga tengah gencar dilakukan. Penjualan sedotan dengan bahan lain kini mulai dilirik. Sebab, tidak bisa dipungkiri jika penggunaan sedotan sangat membantu. Berikut fakta dan sejarah sedotan.

  • Sedotan tertua ditemukan di makam bangsa Sumeria dari masa 3.000 SM. Artefak sedotan tersebut terbuat dari emas berlapis batu mulia lazuli.
  • Pada tahun 1800-an sedotan berbahan jerami mulai banyak digunakan orang.
  • Pada tahun 1937, Joseph B. Friedman mengembangkan inovasi sedotan dengan menciptakan bisa ditekuk bagian atas.
  • Sedotan plastik mulai populer pada tahun 1970-an. Masuk dalam daftar 10 besar sampah yang mencemari lautan.
  • Sebesar 500 juta sedotan Pastik per harinya dibuang oleh masyarakat dunia, setelah sekali digunakan.
  • Lewat hashtag #Nostrawmovement, sebanyak 630 gerai KFC di Indonesia tidak lagi menyediakan sedotan plastik, kecuali untuk pelanggan yang sangat membutuhkan.

Baca juga:

Wiwik Widayanti – Kualitas, Loyalitas & Dedikasi

Things You Should Know Abot: Hair Extension

  • Sama-sama bergerak di dunia fast food, #MulaiTanpaSedotan digunakan McDonald’s Indonesia untuk tidak menyediakan sedotan plastik di 189 gerainya. Sementara, store di Amerika Serikat, McDonald’s sedang melakukan tahap uji coba sedotan dengan bahan lain selain plastik.
  • Starbucks juga menjadi salah satu perusahaan yang memerhatikan isu ini. Dilakukan secara bertahap, Starbucks menargetkan akan menghentikan penggunaan sedotan plastik di 28.000 gerai di seluruh dunia. Sedotan plastik nantinya akan diganti dengan sedotan ramah lingkungan. Tutup cup kopi pun tidak akan menggunakan plastik lagi.
  • Menciptakan sedotan termahal di dunia, Tifanny & Co mengeluarkan ‘Rose Vermail Straw’ yang dirancang dengan detail vermail tiga variasi, yakni rose gold, perak, dan emas. Ukiran enamel berwarna biru khas Tifanny & Co juga disematkan di bagian atas. Sedotan mewah ini dibandrol dengan harga USD350 atau sekitar Rp4,9 juta. Chealsea Briganti dan Leigh Amn Tucker pendiri Loliware berhasil menciptakan sedotan yang bisa dimakan pertama di dunia. Terbuat dari rumput laut, selain bisa dimakan sedotan yang dikenal dengan ‘Loli Straw’ juga dapat dijadikan pupuk tanaman melalui tahap pengomposan dan sebagai bahan bakar mesin melalui proses anaerobik.

Indah Kurniasih │ Foto: Istimewa

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan majalah cetak dan digital Women’s Obsession edisi Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here