De’ Margo Restaurant: Spesialkan Kuliner Lokal

Di bulan September ini, tepatnya 17 September The Margo Hotel mempersembahkan third anniversary dengan aneka kegiatan menarik untuk para tamu. Salah satunya lewat sajian khas Sulawesi di restoran De’Margo yang terletak di lantai LG hotel. Sebenarnya, De’Margo secara berkala mengganti tema kuliner lokal. Mulai dari santapan khas Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan kali ini menempatkan santapan Pulau Sulawesi sebagai primadona.

Hotel bintang empat pertama di kawasan Depok ini berfungsi bak dua sisi mata uang. Menjadi hotel bisnis di weekday dan hotel keluarga saat akhir pekan. Beberapa kali kunjungan kami ke hotel berinterior modern minimalis ini ramai dengan pertemuan dan rapat instansi pemerintah ataupun perusahaan.

Di akhir pekan, diwarnai keriangan keluarga berlibur singkat. Salah satu daya pikatnya adalah infinity pool di lantai tiga. Berdasarkan data pasar tersebut, kuliner Indonesia menjadi andalan tim food and beverage hotel berkamar 285 tersebut. Menurut Haris Dwi Pamungkas sales manager The Margo Hotel, kearifan lokal memang highlight kuliner di De’Margo saat ini.Cita rasa yang akrab di lidah setiap tamu, melestarikan kearifan lokal, dan memuaskan jelajah kuliner para tamu, termasuk mancanegara.

 

Jauh sebelum memasuki September, kami telah mencicipi olahan hidangan khas Sulawesi, antara lain Coto Makassar,Iga Konro, Palu Butung, dan Es Pisang Ijo. Nama-nama menu tersebut tentu sudah familiar di telinga kita. Di situlah tantangan sang chef dan timnya untuk menjaga orisinalitas dan kekuatan rasa.

Kali ini, kami menyaksikan langsung chef Hendra mengolah masakan, tentunya ada beberapa bumbu rahasia dan proses memasak yang sudah rampung terlebih dahulu. Misalnya perebusan iga dengan rempah-rempah selama delapan jam. Diungkapkan olehnya, teknik tersebut agar mendapatkan tekstur daging terbaik untuk disantap.

Iga Konro menjadi bintang yang tak membuat kami melepaskan mangkuk hangat tersebut. Kaldunya tidak terasa berat, namun ada kedalaman rasa rempah dan bumbu. Potongan iga yang ditaruh cukup besar dan mudah sekali lepas dari tulang. Kehadiran ketupat dan perasan jeruk nipis memainkan variasi dan tekstur dalam santapan tersebut. Foto: Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan majalah Women’s Obsession edisi September 2018

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here