Swiss Cafe: Kekuatan Tekstur Rasa Wagyu

Industri kuliner terus berkembang mengikuti demand yang selalu bertumbuh. Mengingat
aktivitas makan adalah kebutuhan utama untuk kelangsungan hidup manusia. Catatan kuliner kali ini, kami bersantap di Swiss Cafe di Swiss-Belhotel Pondok Indah.

Interior restoran terbilang fungsional dan modern. Didominasi furnitur berbahan kayu
menciptakan kesan hangat ketika bersantap. Langit-langit dan jendela restoran yang tinggi memperluas sirkulasi udara maupun cahaya matahari menerangi ruangan.

Restoran buffet ini terbagi dua area, yakni dalam maupun luar ruangan. Jika bersantap di luar ruangan, putra-putri Anda bisa sembari berenang. Siang hari itu, kami dijamu untuk memperkenalkan menu istimewa di bulan Juli ini, yaitu Takajima Wagyu. Kabar gembira untuk para pencinta santapan serba daging. Wagyu yang dipilih grade 7 berkualitas,
sekaligus bersahabat di kantung pencinta daging.

Sajian pertama yang disantap adalah Wagyu Aglio Olio. Biasanya kita menyantap Aglio Olio berteman olahan sajian laut, kali ini disandingkan dengan kekuatan rasa wagyu. Tanpa diramaikan dengan komplimen makanan lainnya di atas piring, cita rasa hidangan ini saling
menyeimbangkan di dalam mulut.

Berkat olahan wagyu yang tak berlebih, hanya menggunakan sejumput lada dan garam kemudian dibakar secara singkat. Menu ini cocok disantap bagi meat lover kelas pemula.

Bagi kami, bintangnya adalah Grilled Wagyu Sirloin. Dengan porsi cukup besar, yaitu 200 gram wagyu dipadu mashed potato dan aneka sayuran easy bite. Selain kekuatan tekstur daging wagyu, cita rasanya juga membuat pisau tak berhenti memotong daging tersebut untuk segera disantap. Sedapnya rasa olahan sayur yang terdiri dari baby carrots dan jamur kian meningkatkan selera.

Minyak olahan tersebut sepertinya berasal dari sari wagyu yang sempat diolah di atas panggangan. Rasa mashed potato-nya sangat lembut dan gurih di mulut. Porsinya yang kecil sebagai sajian pendamping yang berbekas di mulut, namun tak mengalahkan wagyu sang primadona. Foto: Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2018

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here