Putri Santoso | Sentuhan Cita Rasa Unik di Kopi Tuli

Keterbatasan tidak membuat semangat seorang Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso atau yang akrab disapa Putri surut dalam membangun bisnis. Ditolak berulang kali karena tidak bisa mendengar, Putri bersama dengan dua teman tuli, yakni Mohammad Andhika Prakoso dan Tri Erwinsyah Putra, akhirnya memutuskan membuat pekerjaan mereka sendiri.

Kopi Tuli (Koptul) kemudian lahir pada 12 Mei 2018 di Limo, Depok. Saat ini, bisnis yang dijalankan tiga sekawan ini telah memiliki dua gerai, yakni di Depok dan Duren Tiga dengan enam orang karyawan. Pada November 2019, rencananya cabang ketiga akan segera dibuka di wilayah Bintaro.

Apa yang menginspirasi lahirnya Kopi Tuli?

Kopi Tuli awalnya dibuat sebagai jawaban kekecewaan teman-teman tuli yang sulit mendapat pekerjaan termasuk saya, Andhika, dan Erwin. Tidak hanya untuk kepentingan kami bertiga, pemberdayaan teman-teman disabilitas khususnya tuli untuk mendapat pekerjaan juga menjadi salah satu alasan.

Seiring berjalannya waktu, Koptul juga dibuat untuk menjembatani komunikasi bahasa isyarat. Sebab, semua yang bekerja di sini adalah teman tuli, jadi jika ingin memesan menu pun menggunakan kode atau bahasa isyarat. Adanya Koptul yang mengusung konsep seperti ini, diharapkan semakin banyak orang yang peduli dan mau mempelajari bahasa isyarat.

Apa pengalaman paling menarik selama menjalanka n bisnis ini?

Banyak pengalaman menarik yang dirasakan selama membangun bisnis ini, namun paling berkesan adalah saat bereksperimen untuk menemukan rasa kopi yang pas. Saat itu, saking banyaknya kopi yang sudah dicoba, kami bertiga sampai mabuk. Itu adalah salah satu perjuangan, hingga akhirnya menemukan racikan kopi yang enak. Sebab, kami ingin menyajikan rasa kopi sesuai tagline, yakni ‘The taste that touch your heart’. Selain itu, perjuangan membangun bisnis ini juga diwarnai dengan minimnya modal.

The next big thing untuk Kopi Tuli?

Selain menyuguhkan kopi yang nikmat, Koptul ke depannya juga akan membuat sajian dessert. Seperti kue, roti, dan hal-hal terkait makanan penutup yang diproduksi sendiri. Untuk itu, kami ingin memiliki sendiri rumah produksinya.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan majalah cetak dan digital Women's Obsession edisi Juli 2019