‘GODAAN’ KEUANGAN RAMADHAN

0
1

3

 

Meskipun perencanaan sudah dilakukan jauh-jauh hari, kita kerap terbawa euforia Idul Fitri dengan penawaran menarik ataupun diskon besar-besaran.

 

Ramadan adalah bulan yang dinanti kaum muslim penjuru dunia, termasuk Indonesia. Banyak sekali tradisi yang dilakukan oleh masyarakat ketika memasuki bulan puasa, salah satunya jadwal buka bersama. Kadang di antara kita menjalani tradisi tersebut berujung kepada tindakan konsumtif. Mari kita kelola tradisi tersebut, agar kian memacu indahnya beribadah di bulan penuh berkah ini.

 

Buka puasa bersama biasanya dilakukan di luar rumah atau di rumah dengan jasa katering atau masakan sendiri dengan jumlah menu yang dua kali lipat dari biasanya. Jika pada hari biasa, hanya menyediakan makanan utama, maka di bulan puasa kita juga menambahkan takjil atau makanan manis untuk berbuka. Apalagi, acara berbuka bersama tidak hanya dilakukan bersama keluarga, tetapi juga menjadi temu kangen bersama teman SMP, SMA, universitas, hingga kolega.

 

Kebaikan acara buka bersama kerap diwarnai dorongan lapar mata, sehingga menyantap menu secara berlebihan. Yang perlu kita ingat bahwa pengeluaran tambahan selama bulan puasa bukan hanya santapan untuk berbuka, tetapi juga ada pengeluaran zakat fitrah, harta, dan bersedekah.

 

Menjelang lebaran, pengeluaran bertambah untuk stok makanan maupun panganan kue di hari raya. Belum lagi, hadiah lebaran untuk para pekerja di rumah, kantor, ataupun sanak saudara. Lain pula, godaan keuangan bagi yang berencana mudik ataupun berhari raya di negeri orang. Meskipun perencanaan sudah dilakukan jauh-jauh hari, kita kerap terbawa euforia Idul Fitri dengan penawaran menarik ataupun diskon besar-besaran.

 

Sejak awal rencanakan pengeluaran dengan nominal pemasukan yang ada. Anda bersama pasangan membuat pos-pos pengeluaran bersama dan sepakat untuk mematuhinya. Misalnya,  menggunakan dana Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kebutuhan lebaran. Sementara, kebutuhan mudik atau hari raya di luar negeri dengan dana pendapatan utama. Kalau pun menggunakan tabungan, sebaiknya hanya 10%  dari jumlah tabungan yang ada.

 

Stick to budget will not be an easy task for some people. Bicarakan kepada pasangan Anda, sehingga bisa saling mengingatkan ketika overspending. Sangat disarankan untuk tidak berutang demi memenuhi semua kebutuhan tambahan di bulan Ramadhan ataupun Idul Fitri. Bulan baik ini ditujukan semakin menguatkan ibadah, kebaikan, dan kebersamaan. Bukan bulan yang dipenuhi dengan memaksakan yang belum ada, menjadi ada sehingga menciptakan persoalan baru untuk keuangan di bulan selanjutnya.

 

IMG_0736(1)

Rubrik ini diasuh Farah Dini Novita,BA(Hons),RFA,CFP

Farah adalah Vice CEO dan konsultan keuangan independen dari Janus Financial, perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis. Dia memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini. Bersama dengan perusahaan Janus Financial, Farah selalu melakukan edukasi mengenai keuangan terutama investasi dalam bentuk talk show, tulisan di media, webinar, event gathering , dan lain sebagainya. Wanita lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini juga memiliki blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www.fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku dengan judul “FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies”. Apabila ada pertanyaan mengenai keuangan dapat menghubungi farahdini@janusfinancial.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here