Perayaan Cap Gomeh ala Singkawang

0
3

Selain momen pergantian tahun baru Masehi, ada pula perayaan Tahun Baru Imlek yang siap menanti di awal Februari mendatang. Setiap daerah tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakannya. Namun, selain perayaan Imlek, acara paling dinantikan lainnya adalah Cap Go Meh yang melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek.

Di Tanah Air sendiri, salah satu perayaan Cap Go Meh paling unik terdapat di Singkawang, Kalimantan Barat. Sebenarnya tradisi perayaan ini terbilang sangat ekstrem dan dikenal dengan sebutan Pawai Tatung.

Tradisi ini pertama kali digelar saat etnis Tionghoa telah menetap di Nusantara sekitar empat abad yang lalu. Pada satu masa, masyarakat Singkawang terserang wabah penyakit. Menurut kepercayaan setempat, penyakit tersebut disebabkan roh jahat. Belum adanya tenaga medis membuat warga akhirnya ditangani dengan ritual yang dalam bahasa Hakka disebut Ta Ciau.

Ta Ciau inilah yang menjadi cikal bakal tradisi Pawai Tatung. Sejak saat itu, Tatung dilakukan rutin setiap tahunnya. Menurut kepercayaan setempat, ritual ini dilaksanakan untuk mengusir roh jahat dan menjauhkan kesialan di seluruh kota.

Upacara pawai tatung dimulai dari altar vihara. Dalam bahasa Hakka Tatung berarti orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur atau kekuatan supranatural. Sebelumnya, para pendeta akan memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong.

Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh. Dari prosesi inilah tubuh para tatung dirasuki roh sehingga menjadi kebal. Setelah menjadi kebal tatung bisa menunjukkan kesaktiannya dengan menusukkan jarum-jarum panjang ke pipi mereka. Selain itu, mereka juga menunjukkan kekebalan tubuhnya dari pedang. Meskipun berdarah, luka mereka akan sembuh dengan sangat cepat.

Ritual dilanjutkan dengan mengarak para tatung keliling kota. Tidak menggunakan sembarang pakaian, tatung yang ikut dalam pawai ini tampil dengan dandanan pakaian yang mewakili kelompok masyarakat Tionghoa atau Dayak.

Menjadi seorang tatung bukanlah hal yang mudah. Tatung harus berasal dari keturunan tatung terdahulu dalam riwayat keluarganya. Selain itu, sebelum menjadi tatung mereka juga harus menjalani puasa selama waktu yang telah ditetapkan. Di antaranya tidak boleh makan daging dan berhubungan badan selama minimal satu minggu.

Tidak hanya itu, calon tatung juga diharuskan melempar sebatang kayu ke tanah jika muncul dua sisi yang sama secara berturut-turut, artinya mereka boleh maju sebagai tatung dan sebaliknya. Kental dengan budaya dan tradisi Singkawang, setiap tahunnya ada sekitar enam ratus orang yang hadir dalam acara ini. Tidak hanya masyarakat, pejabat tinggi, pejabat negara, unsur pemerintah pusat hingga provinsi dan daerah juga akan hadir untuk menyaksikan atraksi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here