72 Indonesian Inspiring Women 2017: Prita Kemal Gani Ketua Asean Public Relations Network

Tak hanya memangku jabatan sebagai Ketua ASEAN Public Relations Network, Prita tetap setia mencetak generasi PR yang berkualitas di Tanah Air.

 

Pada penyelenggaraan Konferensi Perempuan 2017 bertema Ibu Power 360 di Kedutaan Indonesia di Singapura, Prita ditunjuk bersama 15 panelis wanita berprestasi berbagai negara membahas peran seorang ibu.

“Bagi saya, perempuan Indonesia masa kini harus tanggap terhadap sekitar, memiliki pemikiran terbuka, namun teguh menjalankan norma dan etika,” jelas peraih Ernst & Young (EY) Entrepreneurial Winning WomenTM (EWW) Asia-Pacific 2015 ini. Ucapan tersebut tak sekadar kata-kata, Prita tetap aktif berkarya dan mendulang prestasi membanggakan.

Perempuan berdarah Padang-Solo ini menjadi satu-satunya warga negara Indonesia yang menerima penghargaan ASEAN People’s Award saat KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan tersebut diberikan langsung The Honourable Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, Perdana Menteri Malaysia sekaligus Chairman of ASEAN.

Pada Global Alliance for Public Relations & Communications Management, Prita juga satu-satunya perwakilan Indonesia yang didapuk menjadi delegasi yang memfokuskan pada pelayanan dan pengembangan asosiasi se-Asia.

Ibu tiga anak ini juga dipercaya sebagai wanita presiden pertama di Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS). Antara lain kontribusinya menerapkan standarisasi kompentensi PR nasional dalam program pemerintah.

Di panggung mancanegara, dia berkomitmen membesarkan ASEAN Public Relations Network (APRN). Organisasi profesi PR tertinggi yang didirikannya bersama para tokoh PR dari negara-negara ASEAN pada Juni 2014.

“Dari dulu saya sudah bercita-cita untuk menjadi guru. Tapi ibu saya, lebih senang kalau saya memulai bisnis sendiri. Ketika mendirikan London School of Public Relations atau LSPR ini seakan menjadi jawaban dari keinginan saya dan Ibu,” kenangnya dalam suatu wawancara.

Ternyata tak hanya sukses menjadi pendidik, dia pun sukses mendirikan lembaga pendidikan
komunikasi paling dicari di Indonesia.

Pada 1 Juli 1992, dia mendirikan LPSR. perempuan kelahiran 23 November 1961 ini tidak menduga sekolah yang awalnya adalah hanya tempat kursus bagi para praktisi PR di ruangan sewa 12 meter persegi berlokasi di World Trade Centre Jakarta berkembang menjadi begitu pesat. Kini, LSPR sudah menjadi perguruan tinggi swasta yang  enyelenggarakan program sarjana ilmu komunikasi.

Terbagi atas enam konsentrasi bidang, yaitu Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Advertising, Performing Arts Communication, dan empat program pasca-sarjana. Ribuan alumnus LSPR juga telah menduduki posisi strategis, baik di skala pemerintahan maupun swasta. Silvy Riana Putri | Dok. Pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here