73 Perempuan Tangguh 2018 ǀ Heera SKV Owner & CEO Bursa Sajadah SKV Group

Sebagai generasi kedua yang meneruskan tongkat estafet bisnis rintisan sang ayah, dia membuktikan kerja keras dan semangat. Bisnis yang berawal dari sebuah usaha keluarga dibawanya berkembang besar menjadi perusahaan profesional.

 

Figur Heera Syahir Karim Vasandani sebagai leader, menunjukkan seorang pengusaha harus menjadi role model yang berintegritas dan komitmen tinggi dalam menjalankan bisnisnya. Memimpin Bursa Sajadah SKV Group sejak 2009, lulusan Curtin University of Technology Australia ini pun dikenal konsisten dan terbuka terhadap masukan.

Di bawah arahannya, bisnis yang berdiri 20 tahun lalu di Bandung tersebut kian berkembang. Bursa Sajadah mengusung one stop shopping, sebagai destinasi terlengkap kebutuhan dan oleh-oleh haji dan umroh. Dia mengekspansi ke beberapa home brand dan unit bisnis lainnya di Bursa Sajadah. Di antaranya Arofah yang menyediakan aneka makanan khas tanah Arab, Zaleera brand fashion yang mengkurasi pakaian muslim wanita maupun pria, dan brand Sykava untuk busana ihrom.

Mengikuti perkembangan zaman, sejak tahun 2015 perusahaannya telah memanfaatkan dunia digital demi kemajuan. Antara lain, berupa e-commerce www.bursasajadah.com
dan memaksimalkan penggunaan media sosial untuk berinteraksi dengan para pelanggan. Selain itu, aplikasi Bursa Sajadah–Pusat Perlengkapan dan Oleh-oleh Haji & Umroh untuk memudahkan akses layanan dan produk-produk tanpa mengurangi kualitas.

Ada pula portal www.infohaji.co.id serta kanal YouTube berisi tata cara berhaji, persiapan, juga perlengkapan haji. Untuk rencana ke depan, dia masih memfokuskan wilayah ekspansi di seluruh Indonesia. Setelah outlet di Bumi Serpong Damai, tahun ini juga membuka cabang ke-10 di Cibubur. “Hingga kini kami terus menyiapkan berbagai proyek
terbaru sebagai terobosan di tahun 2019,” ungkap Heera.

Bursa Sajadah SKV Group juga terus berbenah diri dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi para karyawan, sistem, serta prosedur internal agar proses kerja dan koordinasi di lapangan menjadi lebih lancar dan tercermin dalam layanan. Dalam berbisnis, dia tak menampik banyak lika-liku yang dihadapi.

“Setiap menemukan tantangan, saya selalu teringat dengan pesan ‘If you hit the bottom, where else can you go other than bouncing up?’. Inilah yang selalu memberikan saya energi untuk bangkit dan terus maju.

Tantanganyang ditemui tidak hanya datang dari para kompetitor atau perkembangan pasar, namun juga dari dalam, yaitu mengelola berbagai sumber daya. Baik itu material, finansial, maupun sumber daya manusia. Keterampilan itu merupakan seni yang luar biasa dan hanya melalui pengalaman kita dapat ‘menari’ dalam menjalankannya, that’s why it’s an art,” tuturnya.

Heera juga sosok yang tak berhenti belajar dari siapa pun dan di mana pun. Peraih Best Achiever Women Entrepreneurs 2018 dari Women’s Obsession ini kerap dipercaya menjadi pembicara dalam seminar atau workshop. Dia juga terpilih mengikuti seminar “The Changing Faces Women’s Leadership” bertajuk ‘Women as Innovators and Entrepreneurs’ di Hawaii, Amerika Serikat yang diikuti oleh para pengusaha dan pemimpin wanita se-Asia Pasifik. Angie Diyya | Sutanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here