73 Perempuan Tangguh 2018 ǀ Lianawaty Suwono Managing Director PT Bank Central Asia TBK (BCA)

Didapuk sebagai pemimpin tertinggi dalam divisi sumber daya manusia bank swasta terbesar di Asia, Lianawaty piawai memadukan kemampuan individu disertai kemajuan digitalisasi memasuki tahun kariernya ke-27. Dia teguh menanamkan prinsip terus belajar dan berinovasi.

 

Lianawaty Suwono termasuk bankir tangguh yang telah dibekali beragam pengalaman manajerial dari zaman ke zaman. Dia merintis karier mulai dari management trainee, business analyst di divisi IT, head of HR operation systems & support bureau dan dipercayakan untuk menangani aneka projects HR serta berbagai fungsi HR, hingga menduduki posisi head of HR division selama lebih kurang 11 tahun.

Pada 2016, Liana dipercaya menduduki posisi managing director yang membawahi Human Capital Management dan Learning & Development Center. Sebelum menduduki posisi puncak tersebut, dia diamanahkan sebagai Presiden Komisaris PT Asuransi Jiwa BCA dari periode 2014-2016.

Di bawah arahannya, HR membangun sistem dan konsep kompetensi, evaluasi jabatan, operasional, talent management, HR sebagai mitra bisnis, dan aspek penilaian lainnya. Dari beragam pengalaman di divisi ini selama 20 tahun, tentu menarik menyelami lebih dalam nilai-nilai profesionalitas yang mampu membawa BCA sebagai bank swasta terbesar di Asia dari kacamata sang pemimpin sumber daya manusia.

Diungkapkan oleh Liana bahwa values di perusahaan diambil dari etos kerja yang sudah terbangun sejak lama di BCA, bukan menciptakan nilai baru. “Kami menerapkan value customer focus, integrity, team work, and continuous pursuit of excellence. Dari keempat nilai tersebut, kami melihat ada dua garis besar yang in line, yaitu friendly working environment melingkupi team work dan integrity, continuous improvement mencakup customer focus, dan continuous pursuit of excellence.

Dengan serius, kami siapkan dana, tools, dan sistem untuk mendukung perkembangan setiap individu. Setelah mereka kuat dengan value tersebut, akan dilebur ke dalam tim untuk bekerja sama. Tujuannya mereka bersama-sama menciptakan inovasi, ide, dan hasil bersama,” jelasnya.

Berada di pucuk pimpinan HR yang membawahi lebih dari 25.000 karyawan tetap, berbagai tantangan silih berganti menghampiri. Dia pun tak menampik dan teguh memegang prinsip bahwa HR bertanggung jawab untuk membuat setiap individu menjadi lebih baik. Fokus ke depannya adalah membangun SDM yang mampu beradaptasi dengan dunia digital, sekaligus menjaga relationship yang sudah terbangun antar karyawan maupun dengan nasabah.

Tahun kemarin, divisi HR merilis apps seputar informasi HR dan mobile learning. Digitalisasi fungsi-fungsi HR dan learning juga menjadi fokus, agar bisa menjadi penunjang kerja para insan BCA yang praktis dan efektif. Kami memiliki e-library, mobile learning, maupun apps HR information and solution for employee.

Di tahun-tahun mendatang, dia ingin terus mengembangkan sikap leadership yang humanis. Inovasi dan kompetensi digital memang hal mutlak di era modern ini. Namun, di sisi enggagement harus tetap dipertahankan, agar tidak menghilangkan sentuhan humanis. Itu pula yang menjadi harapannya di usia 73 tahun Indonesia, supaya bangsa ini kian memperkuat nasionalisme dan kualitas SDM yang mumpuni dari sisi moral maupun kapabilitas. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here