73 Perempuan Tangguh 2018 | Desima Equalita Siahaan Direktur Umum dan SDM PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN)

0
1

Memimpin divisi sumber daya manusia yang menjadi ‘tiang’ kualitas
perusahaan, terlebih plat merah bukanlah perkara mudah. Keterpilihan
Desima di jajaran direksi merupakan buah loyalitas dan kapabilitasnya
selama tujuh tahun ini.

 

Master marketing Oklahoma City University, Amerika Serikat ini terbilang aset rintisan
PGN menyimak dari perjalanan kariernya. Berbekal serangkaian pengalaman ‘mengecap’ divisi kesekretarian perusahaan, Rini Soemarno menunjuknya sebagai direksi perempuan pertama dan satu-satunya di PGN.

Dalam mengomandoi sumber daya manusia di perseroan ini, Desima Equalita Siahaan
menerapkan beragam cara maupun pendekatan untuk kemajuan PGN. Di salah satu wawancara, dia mengungkapkan bahwa membangun kinerja yang ekselen merupakan suatu keharusan bagi perusahaan dalam pencapaian kinerja keuangan dan non
keuangan.

Berangkat dari semangat itulah, PGN telah menerapkan peraturan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) sejak 2012. Alumnus manajemen Universitas Padjajaran Bandung ini juga
memberlakukan 3P (Profit, Planet, People) dalam corporate culture. Dia meyakini ketiga elemen tersebut mendorong perseroan tumbuh dan berkembang dalam jangka waktu lama.

Berkaca dari performa kerja yang baik dan solid, sudah seyogyanya menarik beragam penghargaan. Salah satu apresiasi yang dikantungi PGN menjadi satu dari sebelas perusahaan BUMN yang masuk dalam kategori Emerging Industry Leader di ajang BUMN
Performance Excellence Award 2017.

Penilaian penghargaan ini berdasarkan KPKU sepanjang 2017. Disematkan pula gelar Overall Winner atas penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) 2017 dari National Centerfor Sustainability Reporting (NCSR) pada awal tahun 2018 ini.
Berkaitan dengan CSR, Program Bantuan Pendidikan untuk anak-anak pensiunan dan anumerta PGN juga masih berlanjut sebagai bentuk menjaga komitmen perusahaan.

Dilangsungkan sejak tahun ajaran 2015/2016, perusahaan mengalokasikan dana
sebesar Rp1 miliar untuk kelangsungan program ini. Rencananya pada tahun ajaran 2017/2018 sejumlah 88 anak akan mendapatkan bantuan dana pendidikan tersebut. Sebanyak 33 orang di antaranya adalah anak anumerta dan 55 dari anak pensiunan.

Sebelumnya, PGN pun telah menyelenggarakan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN), kegiatan pertukaran pelajar antarprovinsi di Indonesia. Setahun silam, PGN
memfasilitasi pertukaran pelajar asal Lampung ke Banten dan sebaliknya dengan periode pertukaran 19-28 Juli 2017. Menurutnya, program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap keberagaman dan kekayaan Nusantara. Indah Kurniasih | Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here