73 Perempuan Tangguh 2018 | Evy Gozali CEO Sababay Winery

Memasuki tahun kedelapan Sababay winery berdiri, Evy membuktikan
sebagai penerus bisnis yang berkompeten, future plan, dan setia melestarikan sumber daya lokal.

 

Kisah rintisan bisnis wine yang digawangi Evy Gozali beserta ibunda tercinta Mulyati Gozali
sudah banyak dinikmati oleh masyarakat. Perkembangannya pun cukup berkesinambungan dan benar-benar terbukti mensejahterakan petani lokal selaras dengan niat awal mereka
berdua berkecimpung di bisnis tersebut.

Kini, Sababay Winery telah merangkul 180 petani anggur dengan total kebun total seluas 80 hektar dan 21 distributor di seluruh pelosok Indonesia. Dalam setahun, setiap petani bisa dua kali panen dengan hasil minimum 15 ton anggur per panen. Adapun harga anggur di kisaran Rp 7.500/ kg. Rata-rata setiap petani kini bisa mengantongi penghasilan bersih
sekitar Rp7 juta per bulan.

Gambaran makro pendapatan tersebut merupakan realisasi dari perencanaan bisnis yang
terperinci. Mengingat Evy beserta ibunya menargetkan di lima tahun pertama, para petani di kawasan Buleleng Bali Utara dapat mandiri.

Memasuki jangka waktu lima tahun selanjutnya, kemakmuran para petani menjadi muara dari salah satu goals ke depannya. Dia menyampaikan bahwa potensi pertumbuhan produksi wine di Asia, khususnya di Bali merupakan satu contoh yang baik dari kegiatan ekonomi kreatif untuk memberikan nilai tambah atas produk perkebunan anggur.

“Untuk itu, kami bertekad menjadi ujung tombak dari konsep ‘pertanian terpadu’ yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup petani anggur lokal.” tandasnya.

Digambarkan dari pabrik wine seluas tiga hektar, setiap tahunnya diproduksi 400.000 botol dengan kisaran harga Rp200.000/botol. Ketika dikaitkan dengan kebutuhan wine untuk turis di area Bali saja mencapai 21 juta liter tahun.

Melihat kondisi tersebut, Evy menerapkan menajemen profesional dalam mengelola perkebunan, agar menjadi brand lokal yang mendunia dan terbaik di kawasan Asia Tenggara. Harapan tersebut diimbangi dengan pengoperasian fasilitas produksi seluas
lebih dari dua hektar dengan peralatan pengolahan anggur tercanggih dari Perancis.

Antara lain peralatan fermentasi dan tangki penyimpanan dari stainless steels, sementara sistem pembotolan otomatis langsung didatangkan dari Italia. Pabrik ini juga dilengkapi dengan sistem penyimpanan suhu dingin untuk produk jadi, laboratorium kendali mutu,
ataupun sistem pengelolaan limbah padat dan cair yang berkelanjutan.

Dia pun menekankan filosofi penting di Sababay Winery adalah pemeliharaan
alam dan lingkungan di sekitar. Dalam dua tahun terakhir ini, Sababay Winery telah mengantongi sekitar 33 penghargaan internasional. Di antara tiga produknya, yakni Moscato d’Bali, White Velvet, dan Reserve Red meraih medali perak di The AWC Vienna International Wine Challenge 2016. Ini merupakan kompetisi wine terbesar dunia yang diikuti 1.866 produsen dan 12.826 wine dari 41 negara. Awal tahun ini, perusahaannya juga mengikuti pameran Albany Wine Festival di Amerika Serikat. Silvy Riana Putri | Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here