73 Perempuan Tangguh 2018 | Putri Kuswishnu Wardhani Presiden Direktur Mustika Ratu

Sejumlah strategi pun disiapkan, di antaranya fokus pada Stock Keeping Unit (SKU) yang menopang pendapatan serta memperluas pasar ekspor.

Produsen kosmetik, PT Mustika Ratu (MRAT) masih melihat banyak peluang untuk menumbuhkembangkan bisnisnya di tahun ini. Putri Kuwishnu Wardhani, presiden direktur PT Mustika Ratu mengatakan, “Di tataran domestik sebenarnya pertumbuhan pasar cukup variatif. Ada yang stagnan, namun ada pula yang tumbuh luar biasa.

Jenis kosmetik yang menunjang lifestyle dan penampilan cenderung tumbuh tinggi. Pastinya, untuk saat ini jenis kosmetik dan personal care biasa tidak terlalu meningkat permintaannya, jadi yang meng-cover basic needs memang cenderung tidak tumbuh.”

Ke depannya dia mengaku akan menggenjot promosi di berbagai tempat. Memanfaatkan peluang-peluang meng-grab pasar yang tumbuh lewat outlet dan lokasi pasar yang ada. Mengulik laporan keuangan perseroan, penjualan MRAT sampai kuartal I tercatat laba bersih emiten ini naik sebesar 55,52% dari Rp439,96 juta pada kuartal I tahun lalu, menjadi Rp684,25 juta kuartal I-2018.

Naiknya laba dikarenakan adanya selisih kurs. Per akhir Mei lalu total pendapatan yang dicatatkan perseroan meningkat 5% dengan net profit juga positif. Pertumbuhan market secara year to date per Mei lalu juga cukup signifikan, yakni 173%. Meskipun, pertumbuhannya di kuartal I sangat tipis, yaitu 0,39%, dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp82,3 miliar.

Hingga penghujung tahun ini MRAT menargetkan penjualan mencapai Rp606 miliar dengan pertumbuhan laba sebesar 20%. Sejumlah strategi pun disiapkan, di antaranya fokus pada Stock Keeping Unit (SKU) yang menopang pendapatan. Perseroan membagi ke dalam dua jenis SKU yang saat ini mencapai 1781 produk.

“Pertama adalah 10 SKU yang menjadi penopang penjualan dan menyumbang sebesar
45% dari total penjualan perseroan. Kedua memaksimalkan distribusi SKU dengan peringkat 11 sampai 200 yang berkontribusi sebesar 52% dari total penjualan. Untuk distribusinya akan difokuskan di minimarket, jadi tidak lagi hypermarket, karena minimarket lebih strategis dan lebih dekat dengan konsumen,” ujarnya.

Strategi kedua memperluas pasar ekspor. Selain dalam negeri, saat ini MRAT hanya memasarkan produknya di Malaysia. Rencananya akan mulai masuk ke dua negara tetangga, yakni Brunei Darusalam dan Singapura.

Dia menambahkan, “Secara kontribusi, penjualan di pasar ekspor perseroan masih cukup kecil, yakni Rp12 miliar pada tahun lalu dan ditargetkan meningkat jadi Rp30 miliar hingga akhir tahun. Adapun per Mei lalu, pencapaian pasar ekspor senilai Rp5 miliar. Kami akan membuka jaringan distribusi baru di Brunei dan Singapura yang saat ini semuanya hanya trading company.” Elly Simanjuntak| Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here