Kadarsah Suryadi | ITB Menuju Entrepreneurial University

    Mengabdi di dunia pendidikan sejak awal meniti karier, merupakan wujud dedikasi Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Integritas dan pengabdiannya pada dunia pendidikan di Indonesia, khususnya kampus almameter, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah teruji.

    Segudang prestasi dan gagasan brilian gubahannya, kian mengalunkan nama ITB semakin bersinar. Sepatutnya pula, dia didapuk sebagai Rektor ITB periode 2015 – 2020 untuk pertama kali melalui musyawarah mufakat.

    Sejak 2015, Kadarsah telah menguntai visi misi membawa ITB menuju Entrepreneurial University. Ditemui di gedung Rektorat ITB, Bandung, beberapa waktu lalu, Kadarsah fasih mengurai gagasan maupun pemikiran besar yang telah dan akan diimplementasikan di kampus pencetak ilmuwan ini.

    “Ketika pelantikan 15 Januari 2015, saya menyatakan bahwa ITB akan bergerak dari Research University menuju Entrepreneurial University, tanpa meninggalkan teaching and learning,” ungkapnya dengan ramah.

    Kadarsah memaparkan bahwa ada tiga syarat utama untuk menuju Entrepreneurial University. Pertama, adalah excellent in teaching and learning yang memfokuskan kepada program akreditasi internasional, di samping akreditasi nasional.

    Kemudian continuous improvement, yakni perbaikan dari masa ke masa untuk mencapai standar internasional.

    “Saat ini sudah ada 25 program studi yang terakreditasi internasional. Kami akan lengkapi semua program S1 mengantongi akreditasi internasional di akhir 2019. Langkah tersebut merupakan program pertama dalam entrepreneurial,” pungkas pria kelahiran Kuningan, 22 Februari 1962 ini.

    Setelah itu, excellent in research yang merupakan syarat kedua menuju Entrepreneurial University. Dia menekankan pemberian motivasi kepada semua dosen dan para peneliti agar giat meningkatkan publikasi karya hingga ke kancah internasional.

    Kemudian excellent in innovation. Program yang memfokuskan para inovator ITB siap terjun ke masyarakat. Kadarsah menegaskan, kini ITB telah memiliki 76 inovator yang turut berperan di masyarakat.

    Di antaranya, inovator pembuat handphone nasional dan menciptakan menara BTS di udara yang bisa terbang, sehingga berhasil menjangkau ke daerah-daerah sulit menerima akses menara BTS konvensional.

    Selain itu, implementasi produk katalis kimia juga menjadi satu keberhasilan menuju entrepreneurial university. “Industri kimia merupakan paling fundamental yang harus dimajukan. Alhamdulillah, dengan katalis kimia karya para dosen dan peneliti kami telah menghasilkan katalis yang mampu meningkatkan kapasitas kilang minyak maupun pabrik pupuk serta industri kimia lainnya meningkat signifikan,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

    Syarat lainnya adalah berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan para pemain industri berskala nasional maupun internasional. ITB sendiri telah melakukan kerjasama dengan lebih dari 350 perusahaan dan industri dari seluruh dunia.

    Salah satu contohnya, adalah kerjasama dengan sebuah universitas di Jepang untuk penggarapan proyek Carbon Capture Storage (CCS).

    ITB juga berperan dalam dunia pendidikan nasional. Selain program pertukaran mahasiswa dan dosen dengan universitas di negara lain, ITB juga melaksanakan program double degree dengan beberapa universitas di mancanegara.

    “Kami menerima profesor dan guest lecturers dari luar untuk mengajar di sini. Memiliki pula dosen yang mengajar di tempat lain untuk delivery ilmu, sehingga ada penyamaan pendidikan dan pengetahuan. Selanjutnya, kami juga melakukan joint supervision. Ada pembimbing yang berasal dari luar negeri untuk memajukan publikasi secara bersama-sama,” tutur lulusan S3 Universite de Droit, d’Economie et des Sciences d’Aix Marseille, Perancis ini.

    Memimpin ITB dengan HARMONI adalah kunci andalannya. Konsep HARMONI mampu menciptakan sinergi yang baik, selaras dengan Bhinneka Tunggal Ika, dan saling mengisi kelemahan dan kekuatan.

    HARMONI terdiri dari tujuh unsur, yakni Humble (rendah hati), Agile (responsif dan aktif terhadap lingkungan maupun perubahannya), dan Respect (sikap saling menghormati). Lalu, Motivated (keinginan untuk maju dari civitas academica), Outstanding (standar hasil terbaik), Nation (melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara), dan Integrity (kesatuan antara pikiran, ucapan, dan perbuatan).

    Selain HARMONI, Kadarsah juga mengandalkan 4R (Rasio, Raga, Rasa, dan Reliji) dalam pembinaan mahasiswa ITB.

    “Rasio penting bagi mahasiswa untuk menjadi generasi cerdas. Agar menjadi pribadi utuh secara jasmani, raga harus didukung dengan mata kuliah wajib, serta adanya unit kegiatan olahraga, seperti sepakbola, tenis, dan lainnya. Tapi, insan yang pintar dan sehat, juga bisa berbahaya karena mampu melakukan apapun. Untuk itulah, jiwanya dibekali rasa empati, berbudi luhur dan kepedulian sosial. Didukung pula dengan reliji, agar menjunjung tinggi nilai agama dalam setiap sendi kehidupan. Dengan, kesatuan HARMONI dan 4R akan menyempurnakan visi Entrepreneurial University,” jelas ayah tiga putri ini menambahkan.

    Naskah: Suci Yulianita/Foto: Sutanto

    Women’s Obsession Edisi Mei

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here