Nina Nugroho Founder Nina Nugroho | ‘Nyaman’ di Desain Muslimah Aktif

MERINTIS BISNIS DARI HAL YANG DISENANGI DAN DIPERKAYA KETAJAMAN ILMU BISNIS SANG SUAMI, LANGKAH NINA MENAPAKI INDUSTRI BUSANA MUSLIMAH TERBILANG CEMERLANG.

DIA PUN TAK MUDAH BERPUAS DIRI UNTUK TERUS MELAKUKAN RISET KEBUTUHAN BUSANA SETIAP MUSLIMAH AKTIF YANG TAK
KETINGGALAN ZAMAN.

 

Kota Bogor dipilih Nina Nugroho sebagai titik pertemuan dengan Women’s Obsession. Di sana, Nina bersama tim sedang melakukan pemotretan produk baru yang diluncurkan pada setiap tanggal 25 dan 10.

Sistem waktu peluncuran tersebut merupakan bagian dari business plan yang dirancang bersama suami tercinta. Pasangan pengusaha ini saling mengisi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis busana muslimah yang cukup kompetitif. Peran Nina dalam
label busana muslimah aktif ini terbilang sebagai eksekutor sekaligus konseptor.

Usai merampungkan soal mendesain busana, dia juga turut terlibat dari A to Z rancangan yang dihasilkan. Mulai dari pemilihan bahan ke pabrik, mengawasi proses produksi, strategi promosi, operasional, hingga penjualan.

Di tahun kedua label Nina Nugroho, perempuan bersuara lembut ini memaparkan masih dalam tahap menjaga marwah karakter dan identitas. Dia ingin memperkuat proses transfer taste dan konsistensi desain kepada semua tim.

“Di tahun ini, kami juga memutuskan hanya fokus pada koleksi Nina Nugroho Office,” ungkap lulusan LSPR-Jakarta ini. Dilihat dari perkembangan bisnis, yakni target dan pencapaian, grafiknya termasuk melompat tinggi.

Berdasarkan kisahnya, transaksi repeat order hingga Juli 2018 mencapai 91%. Nominal ini terus bergerak naik dari setahun kemarin. “Alhamdulillah, pemesanan kembali ini buah dari ikhtiar dan doa kami bersama-sama.

Sekaligus pemacu berkarya lebih baik dari yang  ebelumnya. Kami tak boleh terlena, karena industri mode muslimah terus berkembang di masa mendatang,” Nina mengatakan. Bicara soal investasi, dia jujur masih berasal dari kocek sendiri. Target penjualan tahun ini
sudah 3x lipat dari tahun sebelumnya. Kurvanya masih dalam satuan miliaran rupiah.

Kerja keras Nina bersama timnya tak bisa dilepaskan dari faktor celah bisnis busana muslimah aktif yang terbuka dengan peluang pemain baru Belum ada monopoli deretan brand tertentu, seperti desain busana muslimah yang glamor.

Tak hanya itu, dia masuk ke industri ini dengan sejumlah pengalaman bisnis fashion sebelumnya, sehingga intuisinya telah terasah dalam menelaah kebutuhan pasar dan memadukan sentuhan yang tengah trendi. Lewat warna, cutting, ataupun aksen. Keunggulan lain yang setia dirawatnya hingga saat ini adalah poin bahan yang nyaman dikenakan muslimah aktif, bahkan bagi perempuan yang belum berhijab.

 


KETEPATAN POTENSI DAN POSISI

Di balik pembawaan pribadi easy going, dia termasuk pebisnis yang mengikuti business plan. Panduan rencana maupun target merupakan arahan langkah maupun pengambilan keputusan manajemen dalam skala terkecil pun.

Ketika perbincangan beralih pada tipikal leadership dan manajerial, Nina berpatokan
pada salah satu ayat dalam Al Quran. Yakni, apabila satu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.

Dia terlebih dahulu membaca dan menelaah potensi masing-masing karyawan. Barulah, dia
memetakan posisi yang akan terus mendorong potensi terbaiknya. Setiap meeting koordinasi tim yang bersamaan dengan peluncuran koleksi baru akan dilakukan evaluasi dan reformasi.

“Tiap kali rapat (tanggal 25 & 10), masing-masing tim harus mendiskusikan hal baru berdasarkan hasil riset pelanggan dan pasar. Sekecil apapun ide tersebut tentu berfaedah untuk kemajuan bersama. Itu merupakan salah satu langkah kami membangun
komunikasi dua arah kepada semua tim yang mayoritas generasi milenial,” urainya.

Penerapan pendekatan personal kepada karyawan memudahkannya untuk melesap ke dalam situasi apapun. Dia berperan sebagai pemimpin maupun teman pendengar yang baik untuk karyawan-karyawan yang banyak berusia muda.

Diibaratkan sebagai pelukan hangat seorang ibu untuk memacu setiap kapasitas anak-anaknya. Menurutnya, dengan satu ‘napas’ memudahkan berlari sekencang apapun. Foto: Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2018

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here